Perjuangan Melawan Buta Huruf, Soekarno Resmikan Lembaga Riset Pertama Indonesia

Pendidikan11 Views

GueBerita.com – Arsip Kepresidenan Republik Indonesia menyingkap peran fundamental para pemimpin negara dalam pengembangan intelektual bangsa sejak awal periode kemerdekaan.

Melalui publikasi di akun Instagram resmi @arsipkepresidenan.ri, terungkap bagaimana para presiden pertama Indonesia berupaya membangun landasan ilmu pengetahuan dan pendidikan yang esensial bagi kedaulatan intelektual negara.

Berdasarkan informasi yang diunggah oleh akun Instagram arsipkepresidenan.ri dan dikutip pada tanggal 11 Mei 2026, Presiden Soekarno pada masa-masa awal kemerdekaan telah menyadari bahwa kedaulatan suatu bangsa tidak hanya mencakup integritas wilayah, tetapi juga kekuatan intelektual warganya.

Salah satu prioritas utama pada periode tersebut adalah upaya pemberantasan buta huruf yang menjadi kunci dalam pembentukan karakter bangsa yang kuat.

Sebagai wujud nyata perhatian terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, pada tanggal 31 Maret 1956, Presiden Soekarno meresmikan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1956 yang bertujuan untuk membentuk Majelis Ilmu Pengetahuan Indonesia (MIPI).

Pembentukan MIPI ini menandai cikal bakal lembaga riset nasional di Indonesia, sekaligus menjadi bukti konkret bahwa bangsa Indonesia telah menaruh perhatian yang besar pada pengembangan sains dan teknologi sejak tahap awal pembangunannya.

Upaya mencerdaskan kehidupan bangsa ini kemudian terus berlanjut dan diwariskan dari satu kepemimpinan ke kepemimpinan berikutnya.

Dimulai dari perjuangan Presiden Soekarno dalam memberantas buta aksara, dilanjutkan dengan upaya pemerataan akses pendidikan di era kepemimpinan Presiden Soeharto, hingga transformasi digital dan inisiatif Merdeka Belajar yang digagas pada era Presiden Joko Widodo, setiap presiden telah meninggalkan jejak penting dalam upaya mencerdaskan generasi penerus bangsa.

Catatan sejarah dalam arsip kepresidenan menunjukkan bahwa meskipun arah dan kebijakan dalam bidang pendidikan dan riset mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman, misi fundamental untuk mencerdaskan kehidupan bangsa tetap menjadi tujuan utama yang konsisten.

Pembentukan MIPI tidak hanya dianggap sebagai sebuah tonggak sejarah penting dalam perjalanan bangsa, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi pembentukan lembaga riset modern seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di era sekarang.

Baca juga: Pekan Raya Lari Internasional Palestina ke-10 Kembali Digelar di Tepi Barat dan Jalur Gaza

Langkah strategis yang diambil oleh Presiden Soekarno dengan mendirikan MIPI ini secara jelas menunjukkan komitmen kuat Indonesia sejak dini untuk mencapai kemandirian di bidang ilmu pengetahuan, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi pasca-kemerdekaan.