GueBerita.com – Yustina Yuniarti, seorang guru honorer di SDK Wukur, Desa Sikka, Kecamatan Lela, Nusa Tenggara Timur, menunjukkan dedikasi luar biasa demi pendidikan anak-anak di daerah terpencil.
Setiap hari, ia rela berjalan kaki sejauh 6 kilometer melewati hutan, jalan berbatu, hingga pesisir pantai untuk dapat tiba di sekolah tempatnya mengajar.
Pengabdian tersebut telah dijalani Yustina selama 11 tahun.
Di tengah berbagai keterbatasan, ia tetap bertahan karena memiliki tekad kuat untuk membantu mencerdaskan generasi muda di wilayah pelosok.
Perjalanan menuju sekolah bukanlah hal mudah.
Dari rumahnya, Yustina terlebih dahulu menumpang sepeda motor milik warga menuju pinggiran kampung.
Baca juga: Aktor Connor Storrie Memimpin Peringkat Pria Met Gala 2026
Setelah itu, ia harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki melewati medan yang cukup berat dan jarang dilalui masyarakat luar.
“Banyak orang tidak mau mengajar di sini karena kondisi jalan dan keuangan yang tidak memungkinkan. Namun, kami bertahan karena panggilan hati,” ungkap Yustina.
Tidak hanya menghadapi akses jalan yang sulit, Yustina juga harus menerima penghasilan yang sangat minim.
Pada awal mengajar, ia hanya memperoleh gaji sebesar Rp15 ribu per bulan.
Kini, setelah lebih dari satu dekade mengabdi, penghasilannya meningkat menjadi Rp150 ribu per bulan yang berasal dari iuran komite sekolah.
Meski nominal tersebut jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Yustina tetap menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.






