Lulusan UNY Buktikan Ketangguhan: Raih IPK Hampir Sempurna dalam 3,5 Tahun Meski Terkena Duka

Pendidikan7 Views

GueBerita.com – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) telah sukses menyelenggarakan upacara wisuda periode IV tahap I tahun 2026.

Di antara para wisudawan yang berbahagia, Leni Firda Kurnia Sari berhasil menorehkan prestasi gemilang sebagai lulusan sarjana dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi, yaitu 3,99. Ia merupakan lulusan dari Program Studi Pendidikan Bahasa Jawa, Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB).

Perjalanan akademis Leni hingga meraih predikat membanggakan ini bermula dari latar belakang pendidikannya di SMKN 2 Pengasih, Kulonprogo.

Leni berhasil menyelesaikan jenjang pendidikan sarjananya dalam kurun waktu yang relatif singkat, yakni 3 tahun 6 bulan. Prestasi ini menunjukkan bahwa kesempatan untuk mendapatkan pendidikan berkualitas dapat diakses oleh siapa saja, tanpa memandang status ekonomi mereka.

Sebuah momen penting dalam perjalanan studinya terjadi pada semester ketiga, ketika Leni harus menghadapi cobaan berat dengan kepergian ibundanya. Meskipun diliputi kesedihan, ia tetap melanjutkan perkuliahan sembari mengambil alih tanggung jawab rumah tangga, menjadi satu-satunya perempuan di keluarganya.

“Saya harus tetap kuliah sambil menata emosi dan menjalankan tanggung jawab di rumah,” ungkap alumni SMKN 2 Pengasih Kulonprogo tersebut, menggambarkan perjuangannya.

Situasi yang dihadapi Leni menuntutnya untuk memiliki disiplin diri yang sangat tinggi dalam mengelola waktu dan energi. Hal ini juga turut membentuk ketahanan mentalnya dalam menghadapi berbagai tantangan.

Sebagai salah satu penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Leni memandang pendidikan tinggi sebagai sebuah sarana untuk membuka pintu peluang kehidupan yang lebih baik.

“Kita tidak bisa memilih dilahirkan seperti apa, tapi kita bisa memilih masa depan kita,” tegas Leni, menekankan pentingnya pilihan dan usaha dalam menentukan nasib.

Keputusannya untuk memilih Program Studi Pendidikan Bahasa Jawa dilatarbelakangi oleh kepeduliannya terhadap nilai-nilai sosial. Ia meyakini bahwa bahasa memiliki peran krusial sebagai alat untuk menjaga etika, menumbuhkan rasa hormat, dan menciptakan harmoni dalam masyarakat.

Baca juga: Jadwal Semifinal Liga Champions 2026: Bayern Bertemu PSG, Arsenal Melawan Atletico

“Saya ingin melihat kebanggaan di mata mereka. Tiap lembar buku yang saya baca, tiap nilai yang saya raih ditebus oleh keringat, doa dan pengorbanan yang tak terhitung dari mereka,” ujar Leni dengan penuh haru, merujuk pada dukungan keluarga yang tak ternilai.