GueBerita.com – Ketidakhadiran sosok ayah, baik secara fisik maupun emosional, telah menjadi isu krusial yang memengaruhi perkembangan psikologis anak. Fenomena yang dikenal sebagai fatherless ini menunjukkan korelasi signifikan dengan berbagai perilaku negatif pada remaja.
Sebuah penelitian yang dilakukan di Medan pada tahun 2025 menggarisbawahi temuan yang mengkhawatirkan. Remaja yang tumbuh tanpa pendampingan ayah teridentifikasi memiliki risiko lebih tinggi untuk menjadi perokok aktif. Perbandingan ini dilakukan terhadap remaja yang mendapatkan kasih sayang dan bimbingan penuh dari kedua orang tua.
Data nasional tahun 2023 memperkuat gambaran ini dengan angka yang signifikan. Tercatat ada sekitar 70 juta perokok aktif di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 7,4% merupakan remaja yang berusia antara 10 hingga 18 tahun, menunjukkan tingginya prevalensi merokok pada kelompok usia produktif ini.
Di Medan sendiri, survei yang melibatkan 1.221 siswa SMA memberikan gambaran lebih mendalam. Khususnya pada remaja laki-laki di usia akhir (18-22 tahun), rokok sering kali dijadikan sebagai mekanisme pelepasan stres atau coping mechanism. Hal ini dilakukan sebagai cara untuk menghadapi tekanan hidup yang mereka rasakan.
Ketidakhadiran ayah memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan mental remaja. Berbeda dengan peran ibu yang cenderung lebih memengaruhi kemampuan akademis, ayah memegang peranan sentral dalam membentuk disiplin, kemampuan mengambil keputusan, dan kecakapan bersosialisasi. Tanpa bimbingan ini, remaja rentan merasa kehilangan arah dan mengalami stres yang berkepanjangan.
Riset tersebut juga menyoroti norma maskulinitas yang kerap membatasi remaja laki-laki untuk mengekspresikan perasaan mereka. Temuan menunjukkan bahwa mereka cenderung memilih solusi yang dianggap praktis, seperti merokok, karena dipersepsikan memberikan efek menenangkan di tengah beban hidup yang mereka pikul.
Untuk mengatasi dampak negatif dari fenomena fatherless, peran ibu dan figur wali laki-laki pengganti menjadi sangat krusial. Paman atau kakek dapat mengisi kekosongan peran ayah dalam kehidupan seorang anak. Ibu memegang peranan penting dalam menjadi pendengar yang baik, menciptakan rutinitas yang positif, dan membina hubungan yang hangat dengan anak yang tidak memiliki kehadiran ayah.
Baca juga: Survei: Mayoritas Pria Menghilang dari Tongkrongan Setelah Punya Pacar
Selain dukungan dari lingkungan keluarga, kombinasi antara pendekatan profesional juga sangat disarankan. Konseling individu dan terapi keluarga merupakan metode yang efektif untuk mencegah gangguan kesehatan mental jangka panjang serta mengurangi risiko perilaku menyimpang pada remaja yang terdampak fenomena fatherless.






