POCO X8 Pro Max: Smartphone Rp6 Jutaan yang Bisa Main Game PC

Teknologi10 Views

GueBerita.com – POCO X8 Pro Max kembali mencuri perhatian publik berkat kemampuannya dalam menjalankan game PC yang berat melalui emulator pada perangkat seluler.

Hasil pengujian ini membuktikan bahwa ponsel yang berada di kisaran harga Rp6 jutaan tersebut sanggup menjalankan game populer seperti Grand Theft Auto V, meskipun harus diakui terdapat beberapa keterbatasan dalam hal performa.

Pada tahap pengujian awal, smartphone ini berhasil mempertahankan stabilitas suhu dan performa saat digunakan untuk memainkan berbagai jenis game selama kurang lebih 30 menit.

Dari aspek daya tahan baterai, perangkat ini dibekali dengan baterai berkapasitas besar, yaitu sekitar 8.500 mAh. Kapasitas ini terbukti mampu menopang penggunaan sepanjang hari, bahkan menyisakan daya sekitar 36 persen di akhir pemakaian.

Baca juga: Terungkapnya Kesamaan Genetik Manusia dengan Makhluk Hidup Lain Hingga 90%

Pengujian yang lebih mendalam kemudian dilakukan dengan mencoba menjalankan game PC secara langsung menggunakan emulator melalui aplikasi GameHub. Pendekatan ini memiliki keunggulan karena tidak memerlukan koneksi internet yang stabil, melainkan sepenuhnya bergantung pada kekuatan pemrosesan data yang dimiliki oleh perangkat itu sendiri.

Hasilnya cukup mengejutkan. Game GTA 5 dilaporkan dapat berjalan pada resolusi 800×600 piksel dengan rata-rata frame rate (FPS) mencapai 30 FPS. Namun, perlu dicatat bahwa pada beberapa momen dalam permainan, FPS sempat mengalami penurunan drastis hingga menyentuh angka 11 FPS.

Ketika resolusi ditingkatkan menjadi Full HD, performa yang ditawarkan pun mengalami penurunan yang cukup signifikan. Rata-rata FPS berada di bawah 30 FPS, bahkan sempat mengalami penurunan tajam hingga 6 FPS. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun secara teknis game tersebut dapat berjalan, pengalaman bermain yang disajikan belum sepenuhnya optimal.

Salah satu faktor yang diduga menjadi pembatas performa adalah penggunaan chipset Dimensity 9500s. Chipset ini diketahui memiliki keterbatasan dalam hal kompatibilitas GPU jika dibandingkan dengan chipset yang berbasis arsitektur Snapdragon.

Keterbatasan ini juga berdampak pada game PC berat lainnya. Beberapa judul game bahkan tidak dapat dijalankan sama sekali karena adanya kendala pada arsitektur sistem yang digunakan oleh emulator.