Hantavirus Terdeteksi di Kapal Pesiar, Dokter Tirta Imbau Warga Tetap Tenang

Lifestyle8 Views

Hantavirus Muncul di Kapal Pesiar, Dokter Tirta: Tak Perlu Panik, Kuncinya Jangan ‘Kemproh’ – Munculnya laporan kasus Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius yang tengah berlayar di Samudra Atlantik memicu kekhawatiran global. Kabar terbaru pada Mei 2026 menyebutkan bahwa virus ini telah menyebabkan tiga orang meninggal di dunia dan beberapa lainnya jatuh sakit.

Menanggapi situasi tersebut, praktisi kesehatan dr. Tirta Mandira Hudhi memberikan penjelasan edukatif agar masyarakat tidak terjebak dalam ketakutan yang berlebihan.

Melalui unggahan di media sosialnya, Dokter Tirta menegaskan bahwa Hantavirus pada dasarnya bersumber dari hewan pengerat, khususnya tikus. Oleh karena itu, risiko penularan pada manusia dapat ditekan secara signifikan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi diri.

Dalam cuitannya yang bergaya santai namun tegas, ia mengingatkan bahwa gaya hidup bersih adalah perisai utama.

“Wong virusnya aja biasanya nongol di tikus. Cara pencegahannya tu basic banget. Ya higienitas alias kebersihan diri. Paham lah ya. ‘Kok bisa sampe kapal pesiar’ Ya mungkin pada kemproh kali. Wkwkwwk,” tulis Dokter Tirta melalui akun X @tirta_cipeng.

Baca juga: Peningkatan Perceraian Gen Z: Didominasi oleh Gangguan Kepribadian Narsistik

Dokter Tirta juga mengungkapkan keheranannya mengapa virus yang biasanya ditemukan di daerah pedesaan ini bisa sampai menjangkiti penumpang di kapal pesiar.

Meski ada kekhawatiran mengenai potensi penularan antarmanusia, ia menjelaskan bahwa kemungkinan tersebut sangat kecil dan membutuhkan kondisi yang sangat spesifik.

“Penularan antar manusia tu juarang. Jaraknya harus sangat dekat, ga cukup droplet. Jadi dibawa santai aja, yang penting jangan jorok aja,” tambahnya.

Hantavirus umumnya menular ke manusia melalui urin, feses, atau udara liur tikus yang terinfeksi. Dokter Tirta berpesan agar masyarakat tetap tenang dan lebih fokus pada tindakan preventif nyata, yakni memastikan lingkungan tempat tinggal tidak menjadi sarang tikus dan selalu mencuci tangan.

Ia meminta masyarakat untuk tidak memperbesar-membesarkan masalah secara berlebihan (heboh sendiri) asalkan standar higienitas tetap terjaga dengan baik.