Anak SD Pemulung Demi Sekolah dan Nenek

Viral11 Views

GueBerita.com – Sebuah unggahan di media sosial baru-baru ini menarik perhatian publik mengenai perjuangan hidup seorang anak laki-laki bernama Graha. Di usianya yang masih belia, Graha dilaporkan harus bekerja mencari barang rongsokan setiap hari demi menyambung hidup dan mempertahankan pendidikannya.

Kisah pilu Graha bermula dari kehilangan figur ayah sejak ia berusia tiga bulan. Tak lama berselang, sang ibu dikabarkan pergi meninggalkan rumah tanpa kabar. Kini, Graha tinggal dan dirawat oleh neneknya.

Baca juga: Lisa BLACKPINK Bergaya Berani di Pesta Usai Met Gala, Tas Dior Curi Perhatian

Setiap harinya, Graha menjalankan rutinitas yang sangat berbeda dari anak-anak seusianya. Sepulang sekolah sekitar pukul 11.00 WIB, ia segera mengganti seragamnya untuk pergi memulung. Kegiatan ini seringkali ia lakukan hingga larut malam, yaitu pukul 23.00 WIB.

Langkah berat ini terpaksa diambil karena sang nenek saat ini sudah tidak lagi mampu melakukan pekerjaan berat akibat faktor usia. Ia tak bisa lagi menjadi tulang punggung keluarga.

Graha mengungkapkan tantangan sosial yang ia hadapi di lingkungan sekolah. Ia mengaku kerap mendapatkan perundungan dari rekan sebaya terkait kondisi keluarga dan pekerjaannya sebagai pengumpul barang bekas. Hal ini tentu menjadi luka tersendiri baginya.

Meskipun demikian, ia memilih untuk tetap fokus pada tujuannya demi bisa terus bersekolah. Hasil dari memulung tersebut digunakan Graha untuk memenuhi kebutuhan pangan harian bersama neneknya. Setiap rupiah yang didapat sangat berarti.

Tak jarang, ia mengandalkan pemberian makanan dari orang lain saat berada di jalanan. Makanan tersebut kemudian ia bagi dua agar neneknya juga dapat ikut makan. Perhatian dan kasih sayangnya kepada sang nenek sangatlah besar.

Kasus ini menjadi sorotan tajam mengenai potret kemiskinan yang masih ada di sekitar kita. Ini juga menunjukkan urgensi perlindungan anak, terutama bagi mereka yang terpaksa memasuki dunia kerja di usia sekolah demi faktor ekonomi keluarga. Nasib mereka membutuhkan perhatian lebih.