GueBerita.com – Kehidupan di Dusun Sumber Bahagia, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, berjalan seperti biasa.
Namun, di balik ketenangan tersebut, terbentang kisah pengorbanan Bunga Febriana, seorang remaja berusia 16 tahun. Ia terpaksa menunda cita-citanya untuk kembali mengenyam pendidikan demi merawat ibunya, Zainul Sarpianik (58), yang tengah berjuang melawan stroke.
Keputusan untuk berhenti sekolah di SMK YP 17 Pare sejak November 2025 bukanlah hal yang mudah bagi Bunga. Selain harus mendampingi sang ibu setiap saat, kondisi ekonomi keluarga pun semakin terpuruk.
Baca juga: UIN SATU Ajak CPNS Tanam Pohon sebagai Respons Program Nasional Ekoteologi
Ayah Bunga, Suyanto, bahkan terpaksa menjual rumah mereka pada tahun 2023 untuk membiayai pengobatan istrinya. Tabungan keluarga yang terkumpul dari usaha mereka pun tak luput terkuras habis untuk memenuhi kebutuhan medis.
Meskipun terpaksa mengubur mimpinya sementara, Bunga menyimpan harapan besar dalam hatinya untuk kembali bersekolah.
Impian tersebut kini mendapatkan secercah harapan baru. Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, atau yang akrab disapa Mas Dhito, menyambangi langsung kediaman Bunga.
Dalam pertemuan hangat tersebut, Mas Dhito berusaha membangkitkan kembali semangat Bunga. Ia memberikan dorongan agar Bunga tidak menyerah pada keadaan yang tengah dihadapinya.
“Sekolah lagi ya nduk nanti Bulan Juli,” ujar Mas Dhito dengan penuh perhatian kepada Bunga.
Mendengar ajakan tersebut, Bunga yang merupakan siswi jurusan Desain Komunikasi dan Visual menunjukkan antusiasme yang besar. Ia menyambut baik tawaran dari orang nomor satu di Kabupaten Kediri.
Bunga mengungkapkan keinginannya yang kuat untuk melanjutkan pendidikan. Ia tidak menolak kesempatan berharga yang diberikan oleh sang Bupati.
“Nggih mau,” jawab Bunga dengan mantap, menandakan kesiapannya untuk meraih kembali mimpinya.






