GueBerita.com – Proses pembuktian dalam kasus dugaan korupsi terkait kuota haji terus bergulir di meja hijau. Dalam sidang terbaru yang digelar pada 10 September 2026, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan bukti berupa rekaman Video Pidato Presiden Joko Widodo sebagai bagian dari upaya mengungkap fakta di balik penambahan kuota haji.
Rekaman tersebut diputar di hadapan majelis hakim saat jaksa melakukan pemeriksaan terhadap mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, yang dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan tersebut.
Dalam video yang menjadi bukti di persidangan, Presiden Joko Widodo menjelaskan mengenai upaya diplomasi Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi. Jokowi menyoroti panjangnya antrean jemaah haji di Indonesia yang mencapai puluhan tahun, sehingga mendorong pemerintah untuk mengajukan permohonan tambahan kuota.
“Telah bertemu dengan Kerajaan Arab Saudi. Saya menyampaikan apa adanya bahwa antrean haji di Indonesia sangat panjang, bahkan ada yang harus menunggu 47 tahun, sehingga Indonesia membutuhkan tambahan kuota haji,” ujar Presiden dalam tayangan video tersebut.
Lebih lanjut, dalam pidato yang sama, Presiden menyampaikan respons positif dari pihak Kerajaan Arab Saudi. Ia menyebutkan bahwa komitmen penambahan kuota sebanyak 20.000 jemaah telah disepakati dalam waktu yang relatif singkat setelah permohonan diajukan.
Setelah pemutaran video, jaksa segera meminta konfirmasi dari Dito Ariotedjo terkait isi pidato tersebut. Dito, yang turut mendampingi Presiden dalam pertemuan dengan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud pada akhir 2023, membenarkan informasi mengenai pengumuman tambahan kuota haji secara terbuka tersebut.
Konteks Pertemuan Bilateral
Dito Ariotedjo dalam kesaksiannya memberikan penjelasan mengenai latar belakang pertemuan tersebut. Menurutnya, pembahasan mengenai kuota haji merupakan bagian dari rangkaian diskusi bilateral yang mencakup berbagai sektor strategis lainnya, termasuk investasi dan perdagangan.
Dito menjelaskan bahwa pembahasan spesifik mengenai kuota haji terjadi saat agenda makan siang, yang merupakan sesi terakhir dalam rangkaian pertemuan kedua negara. Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut lebih menitikberatkan pada tawaran konkret dari pihak Kerajaan Arab Saudi terkait kerja sama antarnegara.
Menanggapi pertanyaan jaksa mengenai keterlibatannya dalam rincian teknis penambahan kuota tersebut, Dito menyatakan ketidaktahuannya. Ia mengaku tidak terlibat dalam pembahasan teknis yang lebih dalam karena hal tersebut berada di luar ranah tugasnya sebagai Menpora saat itu.
- Video pidato Presiden Jokowi diputar sebagai bukti dalam sidang kasus korupsi kuota haji.
- Presiden dalam video menyebutkan keberhasilan negosiasi tambahan 20.000 kuota haji.
- Saksi Dito Ariotedjo mengonfirmasi bahwa pembahasan kuota haji muncul dalam diskusi bilateral dengan pihak Arab Saudi.
Persidangan ini menjadi sorotan karena menyangkut kebijakan haji yang melibatkan aspek diplomasi tingkat tinggi antara Indonesia dan Arab Saudi. Hingga saat ini, pihak jaksa terus mendalami keterangan dari berbagai saksi untuk mengumpulkan fakta hukum terkait dugaan penyimpangan dalam pengelolaan kuota haji tersebut.






