GueBerita.com – Pemerintah Kota Madiun menunjukkan komitmennya dalam melestarikan dan menghidupkan kembali kekayaan kearifan lokal. Hal ini dibuktikan melalui penyelenggaraan Pagelaran Seni dan Budaya Dhamparing Kamulyan Manguharjo yang berlangsung pada Sabtu (4/7) malam.
Acara yang meriah ini merupakan bagian integral dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun. Pagelaran ini dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun.
Lebih dari sekadar perayaan, festival ini diproyeksikan untuk menjadi magnet wisata baru bagi Kota Madiun. Selain itu, acara ini juga diharapkan mampu menjadi motor penggerak roda perekonomian bagi masyarakat setempat.
Penyelenggaraan festival ini memiliki tujuan ganda. Pertama, untuk membangkitkan kembali potensi tradisi lokal yang mungkin telah lama terlupakan. Kedua, untuk memberikan panggung yang layak dan wadah kreatif bagi para pekerja seni daerah agar dapat menampilkan karya mereka.
Dalam pidato pembukaannya, F. Bagus Panuntun menekankan pentingnya seni dan budaya lokal. Ia menyatakan bahwa kekayaan budaya daerah seharusnya menjadi pilar utama dalam upaya mendongkrak sektor pariwisata. Selain itu, seni budaya juga berperan penting dalam memutar roda perekonomian masyarakat.
Oleh karena itu, Pemerintah Kota Madiun berkomitmen untuk terus mendorong pelestarian tradisi. Upaya ini akan dilakukan secara aktif dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, terutama para seniman lokal.
“Kita memiliki cita-cita besar untuk membawa nama Madiun dikenal di kancah internasional. Untuk mewujudkan hal tersebut, kekayaan budaya yang kita miliki harus diperkenalkan dan dikenal luas di panggung global,” ujar F. Bagus Panuntun dengan tegas.
Kemeriahan malam perayaan tersebut semakin lengkap dengan adanya agenda Car Free Night. Fasilitas ini dirancang khusus untuk memberikan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Sekitar 100 pelaku UMKM lokal diberikan kesempatan untuk berjualan, yang secara langsung memberikan dampak ekonomi yang konkret bagi masyarakat.
Selain fokus pada perputaran ekonomi melalui UMKM, Pemerintah Kota Madiun juga memberikan perhatian pada aspek pelayanan publik. Sebanyak delapan jenis layanan pemerintah dihadirkan langsung di lapangan. Kehadiran layanan ini bertujuan untuk mempermudah berbagai urusan administrasi yang dibutuhkan oleh warga.
Melalui integrasi yang kuat antara seni, budaya, dan pelayanan publik, diharapkan kebudayaan lokal Kota Madiun dapat terus tumbuh dan berkembang. Transformasi ini diharapkan dapat menjadikan kebudayaan lokal sebagai daya tarik wisata unggulan yang pada akhirnya mampu menyejahterakan seluruh masyarakat Kota Madiun.






