Pemkot Mojokerto Tingkatkan Skrining TBC, Warga Diajak Rutin Cek Kesehatan

News1 Views

GueBerita.com – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menekankan pentingnya partisipasi aktif seluruh masyarakat dalam program skrining tuberkulosis (TBC).

Upaya ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat penemuan kasus TBC, memungkinkan penanganan yang lebih dini, serta menekan laju penyebaran penyakit di wilayah Kota Mojokerto.

Menurut Wali Kota, identifikasi penderita secara cepat akan meningkatkan peluang kesembuhan dan secara efektif memutus rantai penularan.

Ajakan ini disampaikan saat beliau menghadiri kegiatan penguatan penanggulangan TBC di Kelurahan Surodinawan pada hari Selasa, 7 Juli.

Ika Puspitasari, yang akrab disapa Ning Ita, menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Mojokerto secara terus-menerus memperluas jangkauan layanan skrining. Hal ini dilakukan melalui pemanfaatan teknologi portable X-Ray yang dijadwalkan secara bergilir di setiap kelurahan.

Program ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk kader kesehatan, kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, demi mendorong partisipasi masyarakat yang lebih luas dalam pemeriksaan kesehatan.

“Yang paling krusial adalah kesediaan masyarakat untuk mengikuti skrining. Dengan begitu, kita dapat mengidentifikasi kasus lebih dini, memastikan pengobatan berjalan tuntas, dan bersama-sama menekan penyebaran TBC di Kota Mojokerto,” ujar Ning Ita.

Lebih lanjut, Ning Ita menggarisbawahi bahwa upaya penanggulangan TBC merupakan tanggung jawab kolektif, sesuai dengan amanat yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021.

Oleh karena itu, keberhasilan dalam pengendalian penyakit ini tidak semata-mata bergantung pada upaya pemerintah, melainkan juga memerlukan dukungan sinergis dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, institusi pendidikan, sektor dunia usaha, organisasi profesi, media massa, hingga lembaga swadaya masyarakat.

Sebagai wujud komitmen dalam memperkuat deteksi dini TBC, Pemerintah Kota Mojokerto juga sedang dalam proses persiapan untuk menambah jumlah fasilitas portable X-Ray.

Selain itu, koordinasi intensif terus dijalin dengan berbagai rumah sakit. Tujuannya adalah untuk meningkatkan dukungan tenaga radiologi, sehingga layanan skrining dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara lebih luas dan efektif.