KMP Mutiara Sentosa II: 11 Korban Selamat Dirawat, Ada Balita Asal Sulsel

News4 Views

GueBerita.com – Kota Surabaya menetapkan status siaga menyusul insiden terbakarnya kapal penumpang KMP Mutiara Sentosa II di wilayah perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura.

Sebagai wujud tanggung jawab negara, sejumlah pejabat tinggi segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi.

Langkah ini diambil guna menjamin seluruh korban memperoleh penanganan medis optimal serta memastikan proses reuni keluarga dapat segera terlaksana.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Mohammad Syafii, didampingi Wakil Menteri Perhubungan Komjen Pol (Purn) Drs. Suntana, M.Si., serta Direktur Utama PT Jasa Raharja Dr. Ir. Muhammad Awaluddin, M.B.A., menyambangi RS PHC Surabaya pada Senin (03/08) siang.

Agenda kunjungan tersebut difokuskan untuk menyalurkan dukungan moral bagi para penumpang KMP Mutiara Sentosa II yang saat ini sedang dalam masa pemulihan.

Salah satu korban selamat yang mendapatkan atensi khusus ialah seorang anak berusia 2 tahun asal Sulawesi Selatan, yang kini tengah ditangani di RS PHC Surabaya, Jawa Timur.

Balita tersebut berhasil diselamatkan bersama sang ayah melalui Kapal Meritus Pematang Siantar dan mencapai Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Minggu (02/08) pukul 23.50 WIB.

Merujuk pada catatan Bidokkes Polda Jatim di Gapura Surya Nusantara (GSN), anak tersebut sempat mengeluhkan gejala mual serta muntah.

Tercatat sebanyak 11 penyintas KMP Mutiara Sentosa II dilarikan ke fasilitas kesehatan, dengan rincian sembilan orang dilarikan ke RS PHC Surabaya melalui evakuasi Kapal Meritus Pematang Siantar, sementara dua orang lainnya berasal dari KRI Nala.

Di sisi lain, empat orang yang diselamatkan oleh SC Aila XVII diarahkan ke RSI Garam Kalianget setelah mendarat di Pelabuhan Kalianget menggunakan KN SAR 249 Permadi.

KaBasarnas memaparkan pembaruan data hasil verifikasi, yakni “Jumlah keseluruhan penumpang yang berhasil dievakuasi mencapai 233 orang, terdiri dari 228 orang dalam kondisi selamat dan lima orang dinyatakan meninggal dunia,” ungkapnya.