Kapolri Dorong Polwan Go International, Pengamat Nilai Polri Maju

News16 Views

GueBerita.com – Institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kini tengah menapaki babak baru dalam tata kelola sumber daya manusia. Langkah strategis yang diambil oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mendorong Polisi Wanita (Polwan) menempati posisi pimpinan tertinggi mendapat sorotan positif dari berbagai kalangan, termasuk pengamat politik dan hukum, Boni Hargens.

Dukungan tersebut mengemuka saat pembukaan The 63rd International Association of Women Police (IAWP) Annual Training Conference 2026 yang berlangsung di Bali pada Minggu, 20 September 2026. Forum internasional ini menjadi panggung bagi Polri untuk menegaskan komitmennya terhadap kesetaraan gender di lingkungan kepolisian.

Boni Hargens menilai bahwa kebijakan yang diusung oleh Jenderal Listyo Sigit Prabowo bukan sekadar langkah administratif. Menurutnya, ini adalah sebuah terobosan paradigmatik yang menunjukkan kematangan Polri dalam melakukan reformasi, tidak hanya dari sisi kelembagaan, tetapi juga dalam pola pikir atau mindset organisasi.

“Apa yang disampaikan Kapolri merupakan suatu terobosan paradigmatik signifikan yang mencerminkan Polri di bawah pimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengalami kemajuan yang signifikan. Pada waktunya nanti, terobosan berpikir macam ini niscaya membawa Polri pada tahapan budaya institusi yang jauh lebih menjanjikan bagi pembangunan hukum dan demokrasi di Indonesia,” ujar Boni melalui keterangan tertulis, Senin, 21 September 2026.

Lebih lanjut, Boni menekankan bahwa gagasan mengenai kepemimpinan perempuan di tubuh Polri harus diterjemahkan ke dalam tindakan nyata yang berkelanjutan. Ia mencatat bahwa Polri saat ini telah menunjukkan bukti konkret melalui beberapa langkah strategis, di antaranya:

  • Program Pengembangan Kapasitas: Polri secara aktif mengintegrasikan pelatihan kepemimpinan khusus bagi Polwan di berbagai jenjang pendidikan untuk mempersiapkan mereka mengisi jabatan strategis.
  • Meritokrasi Gender: Penempatan Polwan dalam posisi struktural, mulai dari Kepala Satuan hingga pimpinan wilayah, kini semakin dioptimalkan berbasis pada kompetensi, bukan diskriminasi.
  • Kolaborasi Global: Partisipasi aktif dalam IAWP menjadi sarana strategis bagi Polri untuk mengadopsi praktik terbaik dunia dalam pemberdayaan polisi perempuan.

Dalam pidatonya di acara tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara terbuka menantang para Polwan untuk berani bersaing menduduki posisi pucuk pimpinan Polri di masa depan. Ia merujuk pada keberhasilan kepolisian di Australia dan Belanda yang telah dipimpin oleh perempuan sebagai referensi bahwa hal tersebut merupakan sebuah keniscayaan.

Berdasarkan data internal, saat ini terdapat sekitar 29 ribu personel Polwan dari total lebih dari 450 ribu anggota Polri, atau sekitar 6,2 persen dari populasi personel. Angka ini dipandang sebagai modal dasar yang kuat untuk memperluas representasi perempuan di berbagai jenjang kepangkatan dan jabatan strategis di masa mendatang.

Boni Hargens menyimpulkan bahwa komitmen ini merupakan sinyal kuat bahwa Polri sedang bertransformasi menjadi institusi yang lebih progresif. Meskipun perjalanan menuju inklusivitas penuh memerlukan konsistensi dan dukungan luas, langkah awal yang diambil Kapolri dianggap sebagai fondasi penting bagi kemajuan institusi kepolisian Indonesia di mata dunia.

Penguatan peran Polwan ini diharapkan tidak hanya berdampak pada internal organisasi Polri saja, namun juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan hukum dan penguatan konsolidasi demokrasi di Indonesia secara keseluruhan.