Imigrasi dan ITB Bersinergi untuk Pengamanan Perbatasan Melalui “Pagar Digital

News1 Views

GueBerita.com – Pengawasan perbatasan Indonesia segera mengalami transformasi signifikan berkat kemajuan teknologi yang dikembangkan oleh para ahli lokal.

Direktorat Jenderal Imigrasi berkolaborasi erat dengan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam menciptakan sebuah inovasi bernama “Pagar Digital”. Sistem ini merupakan solusi patroli canggih yang memanfaatkan teknologi drone untuk memperketat pengawasan di seluruh wilayah perbatasan, baik darat maupun laut.

Inti dari teknologi Pagar Digital adalah integrasi drone dengan sensor optik dan termal. Sistem ini juga dilengkapi dengan jaringan komunikasi yang terenkripsi kuat. Tujuannya adalah untuk mendeteksi setiap perlintasan yang tidak sah dan segera mengirimkan informasi penting tersebut secara real-time kepada petugas yang berwenang.

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menekankan bahwa pengembangan Pagar Digital memiliki misi utama untuk menghadirkan teknologi buatan Indonesia yang mampu menjaga kedaulatan negara secara efektif.

Beliau menambahkan bahwa penggunaan drone diharapkan tidak hanya memperluas cakupan area pengawasan, tetapi juga secara drastis mempercepat waktu respons petugas di lapangan saat menghadapi situasi darurat atau temuan mencurigakan.

Proyek pengembangan sistem ini merupakan hasil sinergi yang solid antara berbagai pihak. Direktorat Jenderal Imigrasi berperan sebagai pengguna utama yang akan mengoperasikan sistem ini. FTMD ITB bertindak sebagai motor penggerak dalam pengembangan teknologinya, sementara PT Dirgantara Indonesia dilibatkan dalam proses produksi massal dan integrasi sistem.

Salah satu keunggulan utama Pagar Digital adalah kemampuannya dalam melakukan deteksi otomatis. Sistem ini dibekali dengan kecerdasan buatan (AI) yang canggih, memungkinkannya untuk membedakan antara aktivitas normal masyarakat di sekitar perbatasan dengan potensi aktivitas pelanggaran yang mengancam keamanan.

Selain fokus pada penguatan sektor pengawasan fisik, proyek inovatif ini juga memberikan perhatian serius pada aspek keamanan siber. Keamanan data menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pengembangannya.

Seluruh saluran komunikasi yang terjalin antara unit drone dan pusat komando telah dirancang dengan sistem enkripsi tingkat tinggi. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh data hasil patroli tetap aman dan terlindungi dari segala bentuk ancaman penyusupan atau peretasan.

Dengan hadirnya Pagar Digital, diharapkan berbagai tindak pidana lintas batas yang selama ini menjadi tantangan serius dapat dicegah secara efektif. Ini termasuk upaya pencegahan terhadap tindak pidana perdagangan orang (TPPO), penyelundupan manusia, hingga berbagai jenis penyelundupan barang ilegal.

Kehadiran bukti visual secara langsung yang terekam oleh drone juga akan memberikan kemudahan yang signifikan bagi para petugas dalam melakukan identifikasi dan penindakan terhadap pelanggaran yang terjadi di wilayah perbatasan.