Gerakan Tanam Cabai Digalakkan, Wali Kota Ajak Warga Manfaatkan Lahan Kosong

Nasional3 Views

GueBerita.com – Pemerintah Kota Mojokerto terus menggencarkan Gerakan Cabenisasi sebagai upaya strategis untuk memperkuat ketahanan pangan serta menjaga stabilitas harga komoditas pangan di wilayahnya.

Program ini secara spesifik mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah maupun area terbatas lainnya guna menanam cabai.

Ajakan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, saat menghadiri acara Sosialisasi Gerakan Cabenisasi yang diselenggarakan di Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, pada hari Kamis, 9 Juli 2026.

Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita ini menjelaskan bahwa pemilihan komoditas cabai didasarkan pada kemudahannya untuk dibudidayakan dan kecepatan panennya. Komoditas ini dinilai sangat cocok untuk dilakukan oleh sebagian besar warga perkotaan, bahkan dengan keterbatasan lahan sekalipun.

“Kita mengambil komoditas yang mudah, cepat, dan bisa dilakukan hampir seluruh warga perkotaan, yaitu cabenisasi. Dengan keterbatasan lahan pun masyarakat tetap bisa menanam dan hasilnya bermanfaat, apalagi cabai sering menjadi komoditas yang harganya fluktuatif,” ujar Ning Ita.

Lebih lanjut, Ning Ita menekankan bahwa tanaman cabai memiliki keunggulan karena dapat dibudidayakan dengan baik di seluruh wilayah Kota Mojokerto. Hal ini termasuk di kawasan perkotaan yang notabene memiliki tantangan lahan yang lebih sempit dibandingkan daerah pedesaan.

Berbeda dengan komoditas pertanian berskala besar seperti padi atau jagung yang memerlukan area tanam luas, cabai tetap dapat tumbuh subur dan produktif di pekarangan rumah atau bahkan di lahan-lahan kosong yang belum termanfaatkan.

Selain berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga dan daerah, Ning Ita juga menyoroti dampak positif dari gerakan menanam cabai terhadap kelestarian lingkungan.

Peningkatan jumlah tanaman di area permukiman secara kolektif dinilai mampu memberikan kontribusi signifikan dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca.

Keberadaan tanaman hijau ini juga berperan penting dalam meningkatkan kualitas udara di perkotaan melalui proses penyerapan karbon dioksida dan produksi oksigen yang vital bagi kehidupan.

“Kalau kegiatan ini dilakukan secara masif, akan sangat membantu menurunkan emisi gas rumah kaca. Udara menjadi lebih sehat karena tanaman membantu menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen yang kita hirup setiap hari,” jelasnya.

Oleh karena itu, Ning Ita turut mengimbau seluruh masyarakat Kota Mojokerto untuk lebih proaktif dalam memanfaatkan lahan-lahan kosong yang ada di lingkungan sekitar.

Lahan tersebut sangat direkomendasikan untuk ditanami berbagai jenis tanaman produktif maupun tanaman yang berfungsi sebagai elemen penghijauan, selama lahan tersebut belum memiliki rencana penggunaan oleh pemiliknya.

“Lebih baik lahan kosong dimanfaatkan untuk menanam. Selain membuat lingkungan menjadi hijau, hasilnya juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” tambahnya.