Kreasi Croissant Berambut Viral dari Thailand

Viral2 Views

GueBerita.com – Kreasi kuliner unik dari Thailand kini tengah menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Keunikan ini datang dari sebuah toko roti yang menampilkan wujud pastry yang tidak biasa dan berhasil menarik perhatian publik.

Toko roti yang bernama Sai Wan Bake House menjadi sorotan utama berkat peluncuran menu terbarunya yang diberi julukan “Hair Croissant” atau croissant berambut. Penamaan ini merujuk pada tampilan visual croissant yang sangat khas dan belum pernah ditemui sebelumnya.

Salah satu unggahan yang memperlihatkan kreasi ini di akun Instagram @bankii_ii, menampilkan bagian atas dari croissant yang dipenuhi oleh helaian-helaian tipis berwarna hitam. Penampakannya yang sangat menyerupai rambut asli manusia seketika memicu beragam reaksi dari para warganet yang melihatnya.

Meskipun penampilan croissant ini menimbulkan rasa geli atau bahkan sedikit jijik bagi sebagian orang, pihak toko roti Sai Wan Bake House telah memberikan klarifikasi penting. Mereka menegaskan bahwa helaian hitam yang menghiasi croissant tersebut bukanlah rambut sungguhan, melainkan terbuat dari bahan makanan yang aman untuk dikonsumsi.

Bahan utama yang digunakan untuk menciptakan ilusi rambut tersebut adalah Fat Choy. Fat Choy sendiri merupakan sejenis ganggang atau lumut hitam yang memiliki peran penting dalam berbagai hidangan tradisional Tionghoa. Dengan teknik pengolahan yang cermat, Fat Choy ini disuwir dengan sangat halus.

Proses penyuwiran yang detail inilah yang menghasilkan tekstur visual yang sangat mirip dengan helai rambut asli manusia. Kesan realistis inilah yang menjadi daya tarik sekaligus kontroversi dari kreasi croissant ini. Kejelian dalam menciptakan detail membuatnya tampak sangat hidup.

Hingga saat ini, pihak Sai Wan Bake House masih memilih untuk merahasiakan resep lengkap serta detail teknis pembuatan dari menu unik mereka ini. Hal ini menambah rasa penasaran publik terhadap bagaimana croissant berambut ini dibuat.

Unggahan mengenai menu croissant berambut ini terus menuai berbagai macam tanggapan dan perdebatan di media sosial. Sebagian besar netizen mengungkapkan rasa penasaran mereka yang besar dan menyatakan keinginan untuk mencicipi langsung keunikan kuliner ini. Mereka tertarik dengan inovasi yang ditawarkan.

Di sisi lain, sebagian netizen lainnya justru merasa enggan untuk mencoba. Perasaan enggan ini muncul karena tampilan croissant yang dinilai terlalu realistis, sehingga menimbulkan sedikit rasa tidak nyaman bagi sebagian orang. Persepsi visual memang memainkan peran penting dalam selera kuliner.