Indonesia Belum ke Piala Dunia, Prabowo Ungkap Kegelisahan: Sepak Bola adalah Kehormatan

Olahraga3 Views

GueBerita.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru-baru ini menyuarakan kekecewaannya terhadap kondisi sepak bola nasional. Keresahan ini muncul ketika beliau hadir dalam acara peluncuran program mandatori biodiesel B50.

Dalam pidatonya, Prabowo secara terbuka menyatakan rasa resahnya melihat Tim Nasional (Timnas) sepak bola Indonesia belum berhasil menembus ajang Piala Dunia 2026. Beliau membandingkan kemajuan Indonesia dalam sektor energi, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan solar melalui biodiesel, dengan capaian di dunia sepak bola.

“Yang masih kita sulit adalah masuk Piala Dunia. Jadi, saya resah, terus terang saya resah,” ujar Prabowo dengan nada prihatin saat memberikan sambutan di Rest Area KM57 Tol Jakarta-Cikampek, Jawa Barat, pada Kamis, 9 Juli 2026. Pernyataan ini menunjukkan betapa besar harapannya terhadap kemajuan sepak bola tanah air.

Beliau melanjutkan, “Kita bisa B50 tapi tidak bisa masuk Piala Dunia, saya masih tidak puas.” Perbandingan ini menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi dan kemampuan untuk mencapai hal-hal besar di berbagai bidang, namun prestasi di kancah sepak bola internasional masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.

Lebih lanjut, Prabowo menekankan pentingnya sepak bola sebagai sebuah kehormatan. Beliau mengingatkan bahwa capaian dalam olahraga ini tidak bisa dianggap remeh dan memiliki nilai prestise yang tinggi bagi sebuah bangsa.

“Bagaimana caranya masuk Piala Dunia? Saudara-saudara, jangan anggap enteng sepak bola, itu kehormatan,” tegasnya. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa sepak bola bukan sekadar permainan, melainkan cerminan dari semangat juang, kebanggaan, dan identitas nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo sempat berkelakar sambil menitipkan pesan kepada Boy Thohir. Beliau meminta Boy untuk menyampaikan pesannya kepada sang adik, yang tidak lain adalah Erick Thohir, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga.

“Siapa bertanggung jawab? Mana Erick Thohir? Boy, kasih tahu adikmu, ya,” ucap Prabowo, menyiratkan harapan agar ada langkah konkret yang diambil untuk meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia. Pesan ini disampaikan dengan gaya khasnya yang lugas namun tetap membangun.

Tidak hanya kepada Erick Thohir, Prabowo juga turut menanyakan kepada Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengenai sumber daya dan dukungan yang diperlukan untuk mencapai target tersebut.

“Mana Menteri Keuangan? Apa yang diperlukan supaya kita bisa masuk Piala Dunia?” tanyanya. Pertanyaan ini menunjukkan keseriusan Presiden dalam mencari solusi dan dukungan lintas sektoral demi memajukan sepak bola Indonesia. Beliau ingin memastikan bahwa segala aspek, termasuk pendanaan dan kebijakan, dapat disinergikan untuk mewujudkan impian bangsa.