GueBerita.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun menunjukkan komitmennya dalam melestarikan dan mengembangkan seni tradisional dengan memberikan perhatian khusus pada regenerasi seniman muda. Inisiatif ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Panggung Aspirasi Budaya yang menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun, pada hari Minggu (28/6).
Acara yang berlokasi strategis di depan Gedung DPRD Kota Madiun ini sukses menarik minat masyarakat luas. Panggung tersebut diisi dengan pagelaran wayang kulit yang membawakan lakon Gathutkaca Prawitaradha. Pertunjukan ini tidak hanya memukau dari segi cerita, tetapi juga dari pelakunya.
Yang membuat pertunjukan ini semakin istimewa adalah keterlibatan penuh dari generasi muda. Seluruh elemen pertunjukan, mulai dari empat dalang cilik yang memiliki bakat luar biasa, kelompok karawitan yang mengiringi, hingga 150 sinden, semuanya merupakan pelajar yang berasal dari tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Madiun.
Para talenta muda yang tampil gemilang ini adalah hasil dari program pembinaan yang telah dilaksanakan secara intensif oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Madiun. Program ini dirancang untuk menanamkan kecintaan terhadap seni tradisional sejak dini.
Pemkot Madiun secara tegas menyatakan bahwa pembinaan yang dimulai sejak usia dini merupakan strategi krusial untuk memastikan warisan budaya daerah tetap hidup dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Oleh karena itu, Pemkot bertekad untuk terus menyediakan berbagai wadah dan ruang kreatif yang memadai bagi para pelajar. Tujuannya agar mereka memiliki kesempatan untuk belajar, berlatih, dan tampil di hadapan publik, sehingga bakat mereka dapat tersalurkan dan berkembang.
F. Bagus Panuntun, yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas semangat dan antusiasme yang ditunjukkan oleh para pelajar. Beliau melihat partisipasi aktif generasi muda dalam melestarikan seni tradisional sebagai pertanda positif bagi masa depan kebudayaan.
“Ketika generasi muda sudah memiliki kemauan untuk tampil, belajar seni karawitan, menjadi sinden, atau bahkan menjadi dalang, itu menunjukkan bahwa kebudayaan kita masih memiliki harapan dan masa depan yang cerah. Peran pemerintah di sini adalah untuk memfasilitasi segala kebutuhan mereka dan memberikan ruang yang cukup agar mereka dapat terus tumbuh dan berkembang,” ujar F. Bagus Panuntun dalam sambutannya.
Ke depannya, Pemkot Madiun akan terus mendorong kolaborasi antara Disbudparpora dan Dinas Pendidikan Kota Madiun. Tujuannya adalah untuk meningkatkan frekuensi penyelenggaraan berbagai kegiatan seni dan budaya. Diharapkan, inisiatif-inisiatif ini dapat menjadi sarana yang efektif dalam menggali dan mengembangkan potensi serta bakat terpendam yang dimiliki oleh para pelajar. Selain itu, kegiatan ini juga berperan penting dalam upaya menjaga kelestarian warisan budaya leluhur agar tetap hidup dan dihargai oleh generasi mendatang.






