GueBerita.com – Perusahaan hiburan ternama asal Korea Selatan, HYBE, melalui seluruh label di bawah naungannya, telah mengumumkan langkah-langkah hukum yang semakin tegas untuk melindungi keselamatan dan privasi para artisnya.
Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya berbagai bentuk pelanggaran pidana yang secara langsung menargetkan grup idola. Tindakan tersebut meliputi penyebaran informasi palsu, praktik penguntitan (stalking), pelanggaran masuk ke area pribadi, hingga kejahatan siber yang memanfaatkan teknologi manipulasi visual.
Salah satu sub-label HYBE, BigHit Music, mengonfirmasi bahwa pengadilan telah menjatuhkan sanksi hukum kepada pelaku yang melakukan penguntitan terhadap anggota grup idola global, BTS. Tindakan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan HYBE dalam menjaga ketertiban dan keamanan para artisnya.
Pelaku tersebut dijatuhi hukuman penjara selama satu tahun, dengan masa percobaan selama dua tahun. Vonis ini diberikan setelah terbukti secara sah bersalah melakukan tindakan stalking berulang kali dan memasuki area kediaman artis secara ilegal, menunjukkan keseriusan hukum dalam menangani kasus semacam ini.
Ancaman terhadap privasi tidak hanya dialami oleh grup senior, namun juga menyasar grup pendatang baru (rookie) seperti BOYNEXTDOOR. Keamanan para personel grup ini terganggu oleh berbagai insiden yang mengkhawatirkan.
Insiden yang dialami BOYNEXTDOOR mencakup kebocoran informasi sensitif mengenai jadwal penerbangan komersial mereka. Selain itu, terjadi penyusupan orang tidak dikenal ke area parkir asrama mereka, serta penemuan alat pelacak GPS yang terpasang pada kendaraan operasional yang mereka gunakan selama kegiatan di luar negeri.
Sementara itu, sub-label lainnya seperti Pledis Entertainment, Source Music, ADOR, dan BELIFT LAB juga melaporkan penanganan kasus serupa yang menimpa artis-artis mereka. Grup-grup seperti TWS, LE SSERAFIM, NewJeans, dan ILLIT juga menjadi sasaran dari berbagai bentuk gangguan.
Pledis Entertainment secara spesifik mengonfirmasi bahwa mereka telah melaporkan oknum yang berulang kali melakukan pengambilan gambar secara ilegal di lokasi acara resmi. Oknum tersebut juga terbukti menghubungi nomor kontak pribadi artis secara melawan hukum, menunjukkan pelanggaran privasi yang serius.
Di sisi lain, Source Music, ADOR, dan BELIFT LAB memilih untuk memfokuskan tindakan hukum mereka pada pemberantasan konten pornografi digital yang memanfaatkan manipulasi wajah atau yang dikenal sebagai deepfake. Konten semacam ini dinilai sangat merugikan dan mencemarkan nama baik para anggota grup mereka.
Salah satu kasus yang paling mengkhawatirkan terdeteksi oleh pihak manajemen BELIFT LAB terkait grup ILLIT. Manajemen mendeteksi adanya aktivitas mencurigakan yang terorganisir dalam sebuah kanal tertutup di platform komunikasi Telegram. Kanal tersebut diduga berisi indikasi rencana fisik untuk melukai para anggota grup.
Menanggapi situasi yang semakin serius ini, HYBE secara proaktif mengintensifkan pengetatan pengamanan di berbagai lini. Koordinasi yang erat dengan otoritas penegak hukum juga terus dilakukan. Tujuannya adalah untuk memastikan keselamatan dan ketenangan seluruh artis yang berada di bawah manajemen HYBE, baik dalam aktivitas sehari-hari maupun saat menjalani jadwal profesional mereka. (*)






