Pensiun dari Mengajar Setelah 40 Tahun, Bu Ijah Pensiun karena Usia dan Gaji Kecil

Viral11 Views

GueBerita.com – Kisah inspiratif seorang guru honorer bernama Bu Ijah menjadi sorotan publik setelah memutuskan untuk mengakhiri masa pengabdiannya setelah kurang lebih 40 tahun mencurahkan tenaga dan pikirannya di dunia pendidikan.

Dedikasi panjang Bu Ijah ini sontak viral dan menarik perhatian banyak kalangan setelah diunggah melalui akun TikTok dengan nama pengguna @buijah28. Unggahan tersebut menuai beragam respons dan simpati dari masyarakat luas.

Dalam video yang dibagikannya, Bu Ijah menceritakan bahwa ia telah memulai kariernya sebagai guru honorer sejak usianya masih 23 tahun. Selama perjalanan mengajarnya, ia pernah mengabdikan diri di beberapa institusi pendidikan yang berbeda.

Namun, pada bulan Juni tahun 2026 mendatang, Bu Ijah telah mengambil keputusan bulat untuk mengakhiri masa baktinya. Keputusan ini didasari oleh kesadaran akan kondisi fisiknya yang dirasa sudah tidak lagi mampu menanggung rutinitas mengajar yang cukup berat.

Salah satu faktor yang sangat memengaruhi keputusannya adalah rutinitas harian yang harus ia jalani, termasuk perjalanan menuju sekolah. Ia harus menempuh perjalanan menggunakan moda transportasi kereta rel listrik (KRL) setiap harinya.

Di usianya yang kini menginjak 63 tahun, Bu Ijah mengaku bahwa aktivitas tersebut telah menimbulkan rasa lelah yang mendalam dan membuatnya merasa tidak sanggup lagi untuk melanjutkannya.

Situasi yang lebih memprihatinkan terungkap ketika Bu Ijah turut memperlihatkan slip gaji terakhir yang ia terima sebagai guru honorer. Gaji yang diterimanya hanya sebesar Rp414.000.

Nominal gaji yang sangat minim ini seketika menjadi topik perbincangan hangat dan memicu diskusi publik yang luas. Banyak pihak menyuarakan keprihatinan dan menyoroti isu kesejahteraan tenaga pendidik, khususnya para guru honorer.

Unggahan video Bu Ijah ini sontak dibanjiri oleh berbagai macam tanggapan dari para pengguna internet. Mayoritas warganet memberikan dukungan moral dan ungkapan apresiasi yang mendalam atas dedikasi luar biasa yang telah ditunjukkan oleh Bu Ijah selama puluhan tahun.

Selain itu, sebagian besar komentar juga menyuarakan harapan agar pemerintah dapat memberikan perhatian yang lebih serius terhadap nasib dan kesejahteraan para guru honorer di seluruh Indonesia. Mereka berharap agar pengabdian para pendidik ini mendapatkan imbalan yang layak.

Hingga saat berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang dikeluarkan baik dari pihak sekolah tempat Bu Ijah mengajar maupun dari dinas pendidikan setempat terkait dengan kisah yang viral ini. Perkembangan lebih lanjut mengenai isu kesejahteraan guru honorer diharapkan dapat segera menyusul.