Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda: 24 Kapal Sasar 8.500 Mil Laut

News33 Views

GueBerita.com – Operasi Pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap delapan orang yang hilang di perairan Selat Sunda telah memasuki fase krusial pada Kamis (17/9/2026). Hari ini menandai hari ke-10 sekaligus hari terakhir upaya pencarian setelah otoritas terkait sebelumnya memberikan perpanjangan durasi selama tiga hari.

Rombongan yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal tersebut dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9/2026). Mereka diketahui sedang dalam perjalanan untuk menjalankan tugas peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau saat peristiwa tersebut terjadi.

Kasi Ops Basarnas Banten, Rizki Dwiyanto, menjelaskan bahwa tim SAR gabungan telah mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia. Area pencarian hari ini mencakup wilayah seluas 8.508 mil laut (NM2) yang dibagi ke dalam 10 sektor berbeda untuk memastikan penyisiran dilakukan secara menyeluruh.

Pengerahan Kekuatan Armada Laut

Dalam upaya terakhir ini, sebanyak 24 unit kapal dikerahkan ke lokasi. Armada tersebut merupakan gabungan dari berbagai instansi yang terdiri dari:

  • 8 unit kapal milik TNI AL
  • 8 unit kapal milik Polairud
  • 7 unit kapal milik Basarnas
  • 1 unit kapal milik KPLP

Selain menyisir area perairan secara fisik, tim SAR juga berkoordinasi dengan Vessel Traffic Service (VTS). Langkah ini diambil untuk melakukan e-broadcast atau penyebaran informasi kepada kapal-kapal komersial maupun nelayan yang melintasi jalur Selat Sunda, guna membantu pemantauan di lapangan.

“Selain kita melaksanakan pencarian di 10 sektor, kami pun melakukan e-broadcast ke kapal-kapal yang sedang melintas di perairan Selat Sunda. Kami senantiasa berkoordinasi dengan VTS dan stakeholder terkait mengenai penyebaran informasi operasi SAR ini,” ujar Rizki.

Kondisi Lapangan dan Lingkungan

Mengenai kendala di lapangan, pihak Basarnas menyatakan bahwa tidak ada titik spesifik yang menjadi fokus utama; seluruh sektor yang telah dipetakan akan disisir dengan intensitas yang sama. Berdasarkan data BMKG, kondisi cuaca di lokasi terpantau berawan dengan kecepatan angin berkisar antara 10 hingga 20 knot, sementara tinggi gelombang diprediksi berada di rentang 0,5 hingga 3,5 meter.

Di sisi lain, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih dalam pengawasan ketat. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan gunung tersebut pada Level III atau Siaga. Secara visual, gunung tertutup kabut dan tidak teramati adanya erupsi, namun alat pemantau masih mencatat adanya aktivitas kegempaan vulkanik dangkal.

Latar Belakang Peristiwa

Tragedi ini bermula ketika rombongan jurnalis dan awak kapal bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada pukul 14.00 WIB, tanggal 7 September 2026. Komunikasi terakhir tercatat pada pukul 15.04 WIB, setelah sebelumnya salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi terakhir kepada rekan mereka pada pukul 14.42 WIB.

Adapun daftar korban yang hilang dalam peristiwa ini meliputi jurnalis dari berbagai media, yakni M. Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), serta seorang jurnalis lepas bernama Donal. Sementara tiga awak kapal yang turut hilang adalah Warta (kapten kapal), Surakman (ABK), dan Heriyanto (pemandu).