GueBerita.com – Pemkab Nganjuk menegaskan komitmennya untuk mempererat kerja sama dengan berbagai komunitas keagamaan, utamanya gereja, dalam upaya mendukung program pembinaan bagi kaum muda serta berbagai aksi sosial.
Pernyataan ini disampaikan saat berlangsungnya kegiatan Pembinaan Kepemimpinan Gereja di Kabupaten Nganjuk Tahun 2026 yang berlokasi di GPdI Kabupaten Nganjuk, Rabu (5/8/2026).
Pada momen tersebut, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menekankan krusialnya posisi komunitas keagamaan sebagai rekan strategis bagi pemerintah daerah.
Ia berpendapat bahwa keterlibatan publik dalam pembangunan daerah bersifat terbuka bagi seluruh elemen tanpa tersekat perbedaan agama, suku, maupun ras. Gereja dipandang memiliki peran esensial, tidak terbatas pada aspek kerohanian saja, melainkan juga sebagai sarana interaksi, penyampaian aspirasi, serta pendukung sosial bagi para jemaatnya.
Menyikapi pergeseran dinamika sosial dan kemajuan era, para tokoh gereja didorong untuk terus meningkatkan kualitas kepemimpinan mereka.
Ada empat fondasi kepemimpinan utama yang ditekankan dalam pembinaan ini, yakni pemahaman mendalam terhadap pihak yang dilayani, penguasaan karakter organisasi, kesiapsiagaan dalam menghadapi tantangan pelayanan, serta keberanian berinovasi sesuai tuntutan zaman.
Di samping fleksibilitas dan keterbukaan pikiran, pemimpin di masa sekarang juga diharapkan memiliki keteladanan yang berpijak pada integritas, kesiapan menerima kritik, serta kedewasaan emosional. Kemampuan mendengar dan keinginan untuk berdialog secara langsung dianggap sebagai kunci utama dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.
Di sisi lain, persoalan regenerasi juga menjadi topik krusial dalam diskusi tersebut. Pemkab Nganjuk memotivasi terciptanya proses kaderisasi anak muda di lingkup gereja demi memastikan keberlangsungan fungsi pelayanan sosial keagamaan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan tokoh agama, diharapkan suasana toleransi serta kerukunan warga di Kabupaten Nganjuk dapat senantiasa terpelihara dengan baik. (*)






