Usulan Penambahan Huruf K pada Istilah Harga 100K

Lifestyle19 Views

GueBerita.com– Pernahkah Anda melihat harga barang ditulis dengan format “100K” dan bertanya-tanya mengapa tidak ditulis lengkap sebagai “100.000”? Ternyata, di balik kebiasaan singkat ini tersimpan sejarah yang cukup panjang dan menarik.

Penggunaan huruf “K” sebagai simbol ribuan berakar dari bahasa Yunani kuno. Kata Yunani “chilioi” memiliki arti seribu. Seiring waktu, kata ini kemudian diadopsi dan berkembang menjadi “kilo” dalam bahasa Prancis.

Istilah “kilo” inilah yang kemudian menjadi dasar bagi banyak satuan pengukuran dalam sistem metrik. Contoh yang paling umum kita temui adalah kilogram (seribu gram) dan kilometer (seribu meter).

Pengaruh sistem metrik yang menggunakan awalan “kilo-” untuk menunjukkan kelipatan seribu ini kemudian merambah ke berbagai aspek lain, termasuk dalam penulisan angka.

Seiring berjalannya waktu, huruf “K” pun mulai digunakan secara luas sebagai singkatan untuk menyatakan nilai ribuan. Hal ini juga dipengaruhi oleh penggunaan angka Romawi yang juga memiliki simbol-simbol tertentu untuk mewakili nilai-nilai besar.

Dengan demikian, ketika kita menjumpai penulisan harga seperti “100K”, sebenarnya itu adalah cara ringkas dan efisien untuk menyebut angka 100.000. Penggunaan ini sudah sangat umum dan diterima di berbagai kalangan.

Dalam kehidupan sehari-hari, penulisan “100K” sangat sering kita temui, terutama dalam ranah digital. Mulai dari iklan-iklan online, postingan di media sosial, hingga dalam transaksi jual beli yang dilakukan secara daring.

Alasan di balik kepopuleran format ini cukup sederhana. Pertama, lebih cepat dan praktis untuk diketik. Kedua, lebih mudah dibaca sekilas, terutama ketika berhadapan dengan banyak angka.

Baca juga: Aprilia Dominasi Podium MotoGP Prancis 2026, Jorge Martin Raih Kemenangan

Jadi, bisa dikatakan penggunaan huruf “K” pada penulisan harga adalah evolusi dari kebutuhan akan efisiensi dan kemudahan komunikasi dalam menyampaikan nilai moneter yang besar.