GueBerita.com – Perpindahan ke lingkungan baru, terutama ke perkotaan, sering kali memicu masalah kulit yang signifikan. Banyak individu mengeluhkan perubahan drastis pada kondisi kulit wajah mereka, mulai dari peningkatan produksi minyak, munculnya jerawat parah, hingga kulit menjadi sangat sensitif.
Fenomena ini bukanlah kebetulan belaka. Menurut dr. Ayman Alatas SpMK, seorang pakar kesehatan dan Spesialis Mikrobiologi Klinik, lingkungan perkotaan kaya akan faktor eksternal yang dapat mengganggu keseimbangan alami kulit.
Beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap masalah kulit ini meliputi tingginya tingkat polusi udara, penggunaan air keran dengan kandungan klorin yang tinggi, peningkatan tingkat stres, serta kebiasaan mengonsumsi makanan olahan atau ultra-processed food.
Kombinasi dari berbagai faktor lingkungan tersebut dapat secara cepat menggeser keseimbangan mikrobiom kulit manusia hanya dalam hitungan minggu. Mikrobiom adalah komunitas mikroorganisme yang hidup di kulit dan berperan penting dalam menjaga kesehatannya.
Baca juga: Pengaruh Minimnya Kontak Alam pada Alergi: Penjelasan Pakar
Ketika keseimbangan lingkungan kulit terganggu, populasi bakteri baik yang berfungsi melindungi kulit akan berkurang. Kondisi ini kemudian memberikan peluang bagi bakteri penyebab jerawat, seperti Cutibacterium acnes (C. acnes), untuk berkembang biak dan memicu peradangan.
Untuk membantu kulit beradaptasi dengan lingkungan baru ini, dr. Ayman Alatas membagikan beberapa langkah solusi praktis yang dapat diterapkan dalam rutinitas sehari-hari.
Salah satu rekomendasi perawatan dari luar adalah menerapkan metode double cleansing di malam hari setelah beraktivitas. Metode ini sangat efektif untuk mengangkat sisa polusi dan kotoran secara maksimal, terutama jika kulit menunjukkan tanda-tanda membutuhkannya.
Namun, perawatan dari luar saja tidak cukup untuk memulihkan kesehatan kulit. Perubahan gaya hidup dan pola makan juga memegang peranan krusial dalam proses pemulihan kulit dari dalam.
Masyarakat disarankan untuk lebih memperhatikan asupan nutrisi harian. Hal ini dapat dilakukan dengan memperbanyak konsumsi makanan yang kaya akan serat, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh. Selain itu, konsumsi makanan hasil fermentasi, seperti yogurt atau kimchi, juga direkomendasikan karena mengandung probiotik yang baik untuk mikrobiom usus dan kulit.
Mengelola tingkat stres juga menjadi faktor penting. Stres kronis dapat memicu pelepasan hormon kortisol yang berlebihan, yang pada gilirannya dapat memperburuk peradangan pada kulit dan memicu jerawat. Teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau sekadar meluangkan waktu untuk hobi dapat membantu menyeimbangkan hormon tubuh.
Menanggapi fenomena ini, dr. Ayman Alatas SpMK memberikan sebuah kutipan penting melalui akun Twitternya, @AymanAlatas, yang ditujukan bagi masyarakat yang sedang berjuang mengatasi masalah kulit di area perkotaan.
Kutipan tersebut berbunyi: “Solusinya: double cleanse malam hari (jika diperlukan) tapi jangan lupa makanannya juga, perbanyak serat dan fermentasi, dan jaga stres. Kulitmu sedang beradaptasi, bantu dia dengan hal yang benar”.
Pernyataan ini menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam merawat kulit, yang tidak hanya berfokus pada perawatan topikal, tetapi juga mencakup nutrisi dari dalam dan pengelolaan stres.
Dengan memahami faktor-faktor penyebab breakout saat pindah rumah baru dan menerapkan solusi yang disarankan, individu dapat membantu kulit mereka beradaptasi lebih baik dan mengembalikan keseimbangan serta kesehatannya.






