GueBerita.com – Sebuah video yang viral di media sosial baru-baru ini menyoroti perjuangan para pelajar di Amuntai, Kalimantan Selatan, dalam menempuh perjalanan menuju sekolah.
Dalam rekaman yang diunggah oleh akun Instagram @fakta.beriita, terlihat sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) harus melintasi kawasan rawa menggunakan baskom plastik sebagai alat transportasi mereka.
Kondisi geografis di daerah tersebut memang sangat khas, dengan dominasi lahan rawa yang membuat akses transportasi darat menjadi sangat sulit dan terbatas.
Akibatnya, jalur air menjadi satu-satunya rute yang paling memungkinkan bagi warga, termasuk anak-anak sekolah, untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk berangkat ke sekolah.
Meskipun para siswa tampak cekatan dalam mengendalikan baskom plastik tersebut saat melintasi genangan air, cara ini ternyata menyimpan risiko keselamatan yang cukup signifikan bagi mereka.
Informasi yang menyertai unggahan video tersebut menjelaskan bahwa penggunaan baskom plastik ini sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat setempat.
Baca juga: Seol In Ah Tuai Pujian atas Penampilannya di Love in Disguise, Disebut Mirip Aktor Korea
Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi minimnya sarana penyeberangan yang layak dan memadai di wilayah mereka yang terpencil.
Fenomena ini sekali lagi menjadi pengingat pentingnya pemerataan pembangunan infrastruktur, terutama yang berkaitan dengan aksesibilitas.
Penting untuk memastikan bahwa daerah-daerah dengan kondisi geografis yang unik di luar Pulau Jawa juga mendapatkan perhatian yang sama dalam hal pembangunan.
Hingga berita ini ditulis, video tersebut terus mendapatkan perhatian luas dari publik.
Banyak yang menyuarakan keprihatinan mengenai jaminan keselamatan dan ketersediaan fasilitas pendukung yang layak bagi anak-anak yang menempuh pendidikan di daerah terpencil seperti ini. (*)






