Dua Belas Orang Meninggal Akibat Kecelakaan Bus ALS dan Truk Tangki di Muratara, Polisi Lakukan Tes DNA

Viral16 Views

GueBerita.com – Insiden kecelakaan maut yang melibatkan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki Bahan Bakar Minyak (BBM) di Musi Rawas Utara (Muratara) terus memakan korban jiwa.

Kecelakaan tragis ini terjadi di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di Kelurahan Karang Jayo, Kecamatan Karang Jayo, pada hari Rabu, 6 Mei 2026.

Berdasarkan kronologi awal, bus ALS yang sedang melaju dari arah Lubuklinggau menuju Muratara diduga telah melebar ke jalur yang berlawanan arah.

Hal ini menyebabkan bus tersebut bertabrakan dengan sebuah truk tangki BBM yang datang dari arah berlawanan.

Benturan yang sangat keras antara kedua kendaraan tersebut memicu terjadinya kebakaran hebat. Api dengan cepat melalap kedua kendaraan, membuat sejumlah penumpang terjebak di dalam bus.

Hingga Sabtu, 9 Mei 2026, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan ini dilaporkan terus bertambah.

Data terbaru menunjukkan bahwa korban tewas kini mencapai angka 18 orang.

Baca juga: Kehidupan Mewah Ming Xi di Keluarga Ho Terungkap

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel), Komisaris Besar Polisi Budi Susanto, menjelaskan bahwa penambahan jumlah korban ini diketahui setelah proses identifikasi kantong jenazah dilakukan secara lebih mendalam.

Menurut Kombes Pol Budi Susanto, tim identifikasi menemukan kejanggalan pada salah satu kantong jenazah yang berisi dua bagian tubuh yang berbeda.

“Setelah kita lakukan pemeriksaan, kita curigai bahwa ini bukan bagian tubuh dari yang satu lagi. Berbeda,” ujar Kombes Pol Budi Susanto dalam keterangannya pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumsel menduga salah satu potongan tubuh yang ditemukan tersebut berasal dari seorang anak kecil.

Estimasi usia anak tersebut diperkirakan di bawah lima tahun.

“Kita menduga temuan satu body part tadi diduga anak-anak yang mungkin usianya di bawah lima tahun,” kata Kombes Pol Budi Susanto.

Selain korban yang meninggal dunia langsung di lokasi kejadian akibat kerasnya benturan dan kobaran api, terdapat satu korban lain yang meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan medis intensif.