GueBerita.com – Dalam rangka mewujudkan pemerataan akses pendidikan bermutu bagi kalangan masyarakat yang kurang beruntung, Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 7 Sukabumi tampil sebagai salah satu institusi vital.
Baru-baru ini, Menteri Sosial, Bapak Gus Ipul, melakukan peninjauan langsung ke sekolah tersebut. Kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi program-program yang berjalan serta memberikan suntikan semangat kepada para siswa.
Bapak Gus Ipul secara cermat mengamati jalannya proses pembelajaran di dalam kelas SRMP 7.
Baca juga: Dedikasi Guru Agama Perbatasan Nunukan Selama 26 Tahun dalam Keterbatasan
Beliau memberikan apresiasi yang tinggi terhadap implementasi teknologi digital, seperti penggunaan smartboard dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini dipandang sebagai langkah progresif yang menunjukkan adaptasi pendidikan terhadap laju perkembangan zaman.
Pemanfaatan fasilitas modern semacam ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar para siswa yang tinggal di lingkungan asrama.
Selain meninjau infrastruktur dan fasilitas, Bapak Gus Ipul juga meluangkan waktu untuk berdialog secara langsung dengan para siswa.
Dalam suasana yang penuh kehangatan dan keakraban, beliau menanyakan berbagai pengalaman yang telah dilalui oleh para siswa selama menempuh pendidikan dan tinggal di asrama.
Lebih lanjut, beliau menggali aspirasi dan cita-cita para siswa, seraya memberikan dorongan dan motivasi agar mereka bersemangat dalam meraih impian masa depan.
Saat ini, SRMP 7 Sukabumi menjadi rumah bagi 100 peserta didik. Komposisi siswa terdiri dari 46 laki-laki dan 54 perempuan. Seluruh siswa didistribusikan ke dalam empat rombongan belajar (rombel), di mana setiap rombel memiliki jumlah anggota sebanyak 25 siswa.
Pemerintah menargetkan peningkatan jumlah siswa Sekolah Rakyat secara signifikan, dengan sasaran mencapai lebih dari 100 ribu siswa pada tahun 2027.
“Pada tahun 2028, jumlahnya ditargetkan melampaui 200 ribu siswa, dan insya Allah pada periode 2029-2030, siswa Sekolah Rakyat akan dapat mencapai angka lebih dari 400 ribu siswa,” ujar beliau, sebagaimana dikutip pada tanggal 2 Mei.






