GueBerita.com – Kecerdasan buatan (AI) tidak lagi sekadar menjadi alat penunjang aktivitas sehari-hari, melainkan telah berevolusi menjadi entitas yang mampu memberikan dukungan emosional mendalam bagi jutaan orang.
Sebuah analisis yang dirilis oleh Vantage Point Counseling Services pada April 2026 mengindikasikan adanya perubahan signifikan dalam cara manusia berinteraksi dengan teknologi. AI kini menjelma menjadi teman curhat, bahkan sosok kekasih bagi sebagian besar pengguna.
Studi tersebut mengungkap fakta mengejutkan: 28,16% orang dewasa di Amerika Serikat secara aktif terlibat dalam hubungan romantis atau intim dengan AI. Platform seperti ChatGPT dan Character.ai menjadi wadah utama bagi interaksi emosional ini.
Baca juga: Manfaat Tak Terduga Berjalan Tanpa Alas Kaki untuk Keseimbangan
Lebih jauh lagi, lebih dari separuh responden, tepatnya 53,95%, tidak lagi memandang AI sebagai sekadar mesin. Mereka melihatnya sebagai teman, kolega, bahkan penasihat pribadi yang mampu memberikan dukungan emosional.
Yang menarik dari temuan ini adalah tren tersebut tidak terbatas pada individu yang mengalami kesepian. Laporan tersebut menggarisbawahi bahwa banyak pengguna yang memiliki hubungan stabil dengan pasangan manusia, namun tetap memilih untuk menjalin kedekatan emosional dengan AI.
Fenomena ini menandakan penerimaan yang semakin luas terhadap AI dalam ranah privasi manusia. Banyak individu menemukan validasi, dukungan emosional, dan koneksi yang mereka cari pada teknologi. Hal ini diduga karena AI menawarkan ruang interaksi yang lebih minim tekanan sosial dibandingkan dengan hubungan antarmanusia di dunia nyata.
Dengan pesatnya perkembangan teknologi ini, keterlibatan emosional dengan mesin diproyeksikan akan menjadi tren kencan yang dominan sepanjang tahun 2026. (*)






