GueBerita.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo secara serius memperkuat upaya penanganan sampah, mulai dari sumbernya hingga tahap akhir pemrosesan.
Langkah strategis ini diwujudkan melalui pemetaan mendalam terhadap kondisi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) yang tersebar di berbagai wilayah Sidoarjo.
Selain pemetaan, Pemkab Sidoarjo juga gencar meningkatkan sistem pengelolaan sampah dengan mengadopsi teknologi digital. Peningkatan fasilitas pengolahan sampah di tingkat desa juga menjadi prioritas utama.
Upaya komprehensif ini sangat krusial untuk mencegah terjadinya krisis kapasitas di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Griyo Mulyo Jabon. TPA ini diproyeksikan hanya mampu menampung sampah hingga tujuh tahun ke depan jika pola pengelolaan sampah yang ada saat ini tidak segera dibenahi secara signifikan.
Bupati Sidoarjo, H. Subandi, menekankan bahwa penanganan masalah sampah adalah tanggung jawab kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Mulai dari pemerintah daerah, jajaran kecamatan, pemerintah desa, hingga tingkat RT dan seluruh warga masyarakat.
“Kita berusaha memetakan semua persoalan TPS 3R yang ada di Sidoarjo. Tugas penanganan sampah ini bukan hanya DLHK, tetapi menjadi tugas kita bersama mulai pemerintah daerah, camat, desa, RT hingga masyarakat,” ujar Subandi saat audiensi dengan Tim DLHK terkait TPS3R di Opsroom pada Senin, 8 Mei 2026.
Lebih lanjut, Bupati Subandi menegaskan bahwa seluruh kebijakan yang akan diambil dalam penanganan sampah akan disusun berdasarkan analisis kebutuhan riil di lapangan. Keterbatasan dan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) juga akan menjadi pertimbangan utama dalam perumusan kebijakan tersebut.
Menurut pandangannya, pembenahan sistem pengelolaan sampah harus segera dimulai tanpa menunda lebih lama. Hal ini penting agar persoalan sampah tidak semakin membesar dan menimbulkan dampak yang lebih buruk di masa mendatang.
“Kalau tidak mulai hari ini, persoalan sampah tidak akan pernah selesai. Semua harus bergerak sesuai tugas masing-masing,” tegasnya, menunjukkan urgensi penanganan sampah.
Sebagai langkah konkret, Bupati Subandi telah menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang relevan untuk secara optimal memanfaatkan sistem dashboard digital. Sistem ini dirancang khusus untuk mempermudah dan memantau berbagai aspek pengelolaan persampahan di Sidoarjo.
Sistem dashboard digital tersebut akan berperan penting dalam memantau secara real-time kondisi TPS 3R, efektivitas pelayanan pengangkutan sampah, hingga tingkat kepatuhan masyarakat dalam pembayaran retribusi sampah.






