Studi: Keluar Zona Nyaman Lawan Malas Bikin Otak Awet Muda

Lifestyle13 Views

GueBerita.com — Keluar dari zona nyaman terbukti secara ilmiah memiliki manfaat signifikan bagi kesehatan otak. Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa secara konsisten menghadapi dan melakukan hal-hal yang tidak disukai atau cenderung dihindari dapat secara langsung memengaruhi kesehatan dan perkembangan kognitif.

Para ilmuwan telah mengidentifikasi area otak spesifik, yaitu anterior mid cingulate cortex. Area ini memegang peranan krusial dalam menentukan kecepatan penuaan kognitif seseorang seiring bertambahnya usia.

Studi yang dipimpin oleh Touroutoglou dan rekan-rekannya menemukan bahwa anterior mid cingulate cortex menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan ketika individu secara konsisten menantang diri mereka sendiri untuk melakukan aktivitas yang tidak mereka sukai.

Sebaliknya, area otak ini cenderung menyusut ketika seseorang terus-menerus memilih jalur yang mudah dan menghindari segala bentuk ketidaknyamanan.

Dalam penelitian ini, para peneliti secara khusus mengamati kelompok lanjut usia yang dijuluki “superagers”. Kelompok ini adalah individu lanjut usia yang menunjukkan kapasitas mental dan ketajaman berpikir yang luar biasa, setara dengan anak muda dan jauh melampaui rekan-rekan seusia mereka.

Baca juga: Honda Mulai Garap Civic Type R HRC Edisi Trek Tahun Ini

Temuan menarik dari studi ini adalah bahwa kehebatan para “superagers” ini tidak disebabkan oleh faktor genetik, konsumsi suplemen mahal, atau pola makan khusus. Rahasia utama mereka adalah konsistensi dalam melakukan aktivitas yang secara tulus tidak mereka sukai.

Penelitian ini juga menegaskan bahwa melakukan aktivitas yang sudah dinikmati atau dijalani dengan santai sehari-hari tidaklah cukup untuk merangsang pertumbuhan anterior mid cingulate cortex.

Stimulus untuk pertumbuhan pada area otak ini hanya aktif ketika seseorang mendorong batas kemampuan mereka untuk menyelesaikan sesuatu yang benar-benar ingin mereka hindari.

Sebagai rekomendasi praktis untuk menjaga kesehatan otak, para ahli menyarankan agar setiap individu memilih setidaknya satu hal yang tidak ingin dilakukan setiap harinya, kemudian berusaha untuk menyelesaikannya.

Sebab, setiap kali kita menyerah pada rasa malas dan memilih opsi yang lebih mudah, ada bagian kecil dari otak kita yang perlahan-lahan ikut menyusut.