Kenali Pluviofilia: Ketertarikan Emosional pada Cuaca Kelabu

Lifestyle14 Views

GueBerita.com – Bagi sebagian orang, mendung dan rintik hujan bukanlah pertanda kesuraman, melainkan melodi yang menenangkan jiwa, layaknya sebuah lagu pengantar tidur.

Fenomena unik ketertarikan emosional terhadap suasana hujan ini memiliki nama ilmiah, yaitu pluviofilia.

Alih-alih merasa murung, individu dengan pluviofilia justru merasakan kedamaian, relaksasi mendalam, bahkan peningkatan produktivitas saat langit diselimuti awan kelabu.

Informasi yang dibagikan melalui akun Instagram milenialfact pada tanggal 31 Mei 2026 menyoroti bahwa persepsi umum mengenai hujan dan mendung yang identik dengan suasana muram tidaklah universal.

Baca juga: Warga Arab Saudi Bantu Jemaah Haji dengan Semprotan Air

Bagi mereka yang memiliki kecenderungan pluviofilia, kondisi cuaca semacam ini justru menjelma menjadi sumber kenyamanan dan kebahagiaan yang unik.

Pluviofilia dapat didefinisikan sebagai sebuah ketertarikan emosional yang mendalam terhadap hujan dan kondisi cuaca mendung.

Individu yang mengalami pluviofilia cenderung merasakan kedamaian, relaksasi, dan bahkan inspirasi ketika suara gemericik hujan terdengar atau ketika memandang langit yang berwarna kelabu.

Ketertarikan ini melampaui sekadar pengaruh suasana; suara hujan yang konstan diketahui memiliki efek positif dalam merelaksasi tubuh dan mengurangi tingkat stres.

Di sisi lain, aroma khas tanah basah setelah hujan, yang dikenal dengan istilah petrichor, sering kali membangkitkan perasaan nostalgia dan memberikan kenyamanan emosional yang mendalam.