Wali Kota Mojokerto Ingatkan Satlinmas Waspada Ancaman Keamanan

News13 Views

GueBerita.com – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menekankan krusialnya peningkatan kewaspadaan dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia secara khusus menyoroti ancaman provokasi dari kelompok anarko yang dinilai dapat mengganggu serta memecah belah persatuan warga.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, dalam kegiatan sosialisasi peningkatan kewaspadaan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) terhadap potensi gangguan keamanan dan ketenteraman masyarakat. Acara tersebut diselenggarakan di Pendapa Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, pada hari Selasa, 26 Mei.

Ning Ita menegaskan bahwa upaya menjaga ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat bukanlah semata-mata tugas aparat keamanan. Tanggung jawab ini merupakan upaya bersama yang melibatkan unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Satlinmas.

Beliau mengingatkan bahwa anggota Satlinmas merupakan bagian dari masyarakat di lingkungan masing-masing. Oleh karena itu, mereka memiliki pemahaman yang paling mendalam mengenai kondisi wilayah mereka. Penting bagi Satlinmas untuk bersinergi dengan TNI, Polri, dan Satpol PP guna mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini.

Baca juga: Bupati Subandi Sumbang Sapi Kurban 800 Kg ke Masjid Agung, Sapi Presiden untuk Jabon

Ning Ita menjelaskan bahwa Kota Mojokerto hingga saat ini masih mampu mempertahankan kondisi yang kondusif. Hal ini merupakan buah dari sinergi yang terjalin antara TNI, Polri, Satpol PP, unsur intelijen, serta dukungan aktif dari masyarakat. Namun demikian, ia menekankan pentingnya memperkuat kewaspadaan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang datang dari luar.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menghidupkan kegiatan pos kamling serta ronda lingkungan secara berkelanjutan. Upaya ini juga merupakan bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam maupun tindak kriminal.

“Potensi ancaman itu bukan hanya gangguan ketertiban, tetapi juga bisa berupa kebakaran maupun bencana lainnya. Karena itu ronda lingkungan tetap harus aktif,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ning Ita juga turut menekankan pentingnya pendekatan humanis yang harus diterapkan oleh anggota Satlinmas dalam berinteraksi dengan masyarakat. Kehadiran Satlinmas diharapkan tidak hanya mampu memberikan rasa aman, tetapi juga dapat membangun kepercayaan warga di lingkungan mereka.

Selain itu, Ning Ita mengingatkan anggota Satlinmas agar senantiasa sigap dalam menghadapi kondisi darurat. Ia menganjurkan pemanfaatan layanan *call center* 112 milik Pemerintah Kota Mojokerto yang beroperasi selama 24 jam penuh untuk pelaporan dan penanganan situasi darurat.