GueBerita.com – Sebuah diskusi mengenai ikatan emosional antara orang tua dan anak menjadi viral di platform Instagram pada hari Minggu, 10 Mei 2026, memicu perbincangan hangat di kalangan warganet.
Inti dari perbincangan tersebut adalah sebuah kalimat yang beredar, “Kalau Mama mati, baru kamu tahu rasa dan menyesal.” Kalimat ini dikategorikan sebagai bentuk ancaman emosional yang disamarkan dengan manipulasi rasa bersalah.
Unggahan yang memicu diskusi ini dibagikan oleh akun Instagram @pernah.trauma dan dengan cepat menyebar ke berbagai linimasa pengguna media sosial.
Baca juga: Ahmad Dhani Ingin Cucu dari Al Ghazali Lahir di Weton yang Sama
Akun pengunggah menjelaskan bahwa kalimat tersebut seringkali muncul dalam situasi perdebatan antara seorang ibu dan anaknya.
Konten tersebut secara khusus menyoroti fenomena yang dikenal sebagai guilt tripping, yaitu sebuah taktik untuk membangkitkan perasaan bersalah pada seseorang secara emosional demi mengendalikan atau memengaruhi perilakunya.
Menurut penjelasan dalam unggahan tersebut, penggunaan ancaman kehilangan orang tua dalam sebuah argumen dapat secara efektif membuat lawan bicara menjadi lumpuh secara emosional akibat rasa bersalah yang berlebihan.
Hal ini dapat menciptakan persepsi pada anak bahwa mereka memikul tanggung jawab atas perasaan dan emosi orang tua mereka.
Lebih lanjut, unggahan itu mengindikasikan bahwa ancaman emosional yang terjadi secara berulang dapat meninggalkan dampak negatif berupa kecemasan yang berlangsung dalam jangka panjang bagi anak.
Dalam narasi yang disajikan, disebutkan bahwa anak-anak yang tumbuh di bawah tekanan emosional semacam ini berisiko mengalami kesulitan dalam menetapkan dan mempertahankan batasan pribadi atau boundaries mereka.
Konten tersebut juga menggarisbawahi peran penting media sosial dalam memfasilitasi percakapan terbuka mengenai isu kesehatan mental dan pola komunikasi yang sehat di dalam lingkungan keluarga.
Hingga saat ini, unggahan tersebut terus menerima berbagai tanggapan dari warganet, baik melalui kolom komentar maupun jumlah “suka” yang terus bertambah di platform Instagram. (*)






