GueBerita

Portal Berita Terkini, Viral & Informasi Hari Ini

Konfrontasi Eisenkot dan Netanyahu: Tegaskan Israel Tolak Intervensi Trump

Avatar photo

GueBerita.com – Dinamika politik di Israel pasca-pemilu parlemen mencapai babak baru yang krusial, di mana pemimpin Partai Yashar, Gadi Eisenkot, secara tegas menolak kemungkinan bergabung dalam pemerintahan yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu.

Sikap keras Eisenkot ini mencuat ke publik setelah laporan dari penyiar publik Israel, KAN, pada Senin (2/11/2026) mengungkapkan isi pertemuan tertutup sang politisi. Meski ada spekulasi mengenai keterlibatan pihak luar, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Eisenkot menegaskan batasan kedaulatan dalam urusan domestik Israel.

Dalam pernyataannya, Eisenkot menyatakan kesediaannya untuk menghormati dan bertemu dengan Trump jika diundang. Namun, ia menekankan bahwa pertemuan tersebut tidak akan mengubah pendirian politiknya terkait pembentukan pemerintahan.

Ketegangan politik ini terjadi di tengah kebuntuan pembentukan pemerintahan baru pasca-pemilu pekan lalu. Berdasarkan data kursi di Knesset (parlemen Israel), tidak ada satu pun blok yang berhasil mengamankan mayoritas mutlak dari total 120 kursi yang tersedia.

Saat ini, peta kekuatan parlemen terbagi sebagai berikut:

Netanyahu sendiri dilaporkan sempat membuka ruang diskusi untuk membentuk pemerintahan yang luas. Namun, ia menetapkan syarat mutlak bahwa dirinya harus tetap menjabat sebagai pemimpin pemerintahan dan menolak keras keterlibatan partai Arab seperti Ra’am dan Joint List dalam koalisinya.

Di sisi lain, upaya untuk menggeser dominasi Netanyahu terus dilakukan oleh kubu oposisi. Sejumlah partai, termasuk Partai Together pimpinan Naftali Bennett, Partai Demokrat pimpinan Yair Golan, dan Partai Yisrael Beytenu pimpinan Avigdor Lieberman, telah menyatakan dukungan bagi Eisenkot untuk memimpin pemerintahan berikutnya.

Secara matematis, dukungan dari partai-partai Arab dapat membawa Eisenkot mencapai 67 kursi, jumlah yang cukup untuk membentuk mayoritas. Namun, tantangan internal masih membayangi, terutama sikap Avigdor Lieberman yang keberatan jika koalisi harus bergantung pada dukungan partai-partai Arab.

Melihat situasi yang masih cair, para pemimpin oposisi dijadwalkan akan melakukan pertemuan pada Selasa untuk menyelaraskan posisi politik mereka. Langkah ini merupakan persiapan krusial sebelum Presiden Israel, Isaac Herzog, memulai rangkaian konsultasi resmi dengan berbagai faksi di parlemen yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu.

Proses konsultasi ini merupakan tahapan formal yang diwajibkan dalam sistem politik Israel untuk menentukan siapa yang akan mendapatkan mandat dari Presiden untuk membentuk pemerintahan baru. Ketidakpastian ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga ada kesepakatan koalisi yang solid di antara faksi-faksi yang bertikai.

Avatar photo