Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran: Kinerja Teddy Lampaui Menteri Lain
GueBerita.com – Memasuki dua tahun masa jabatan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, publik mulai memberikan penilaian terhadap efektivitas para pembantu presiden di Kabinet. Lembaga riset Indonesia Center for Politics & Law Studies (IndocPolls) baru saja mempublikasikan hasil survei yang memotret persepsi masyarakat terkait kinerja menteri dan kepala badan dalam jajaran pemerintahan saat ini.
Studi yang dilaksanakan pada rentang waktu 15 hingga 20 Oktober 2026 ini menggunakan metodologi wawancara tatap muka. Sebanyak 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia dilibatkan untuk mengukur sejauh mana publik menilai kinerja para pejabat negara dalam kurun waktu tersebut.
Hasil survei menempatkan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, di posisi puncak dengan perolehan penilaian tertinggi sebesar 15,8 persen. Direktur Komunikasi IndocPolls, Taufik Ch, menjelaskan bahwa posisi strategis Teddy sebagai Sekretaris Kabinet memberikan pengaruh signifikan. Perannya yang vital dalam koordinasi pemerintahan serta komunikasi kebijakan publik dinilai menjadi faktor utama yang mendongkrak visibilitasnya di mata masyarakat.
Namun, Taufik juga memberikan catatan bahwa tingginya angka tersebut tidak lepas dari popularitas Teddy yang sudah terbangun sejak sebelum ia resmi menjabat sebagai Sekretaris Kabinet. Di sisi lain, survei ini juga menangkap adanya kritik dari publik terkait pelaksanaan tugas yang dijalankan oleh Teddy selama dua tahun terakhir.
Tepat di bawah Teddy, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menempati urutan kedua dengan perolehan penilaian kinerja sebesar 13,6 persen. Selisih angka yang cukup tipis ini menunjukkan persaingan ketat dalam persepsi publik terhadap kinerja para menteri di kabinet Prabowo-Gibran.
Berikut adalah rincian penilaian kinerja beberapa menteri dan kepala badan berdasarkan hasil survei IndocPolls:
- Teddy Indra Wijaya (Sekretaris Kabinet): 15,8 persen
- Andi Amran Sulaiman (Menteri Pertanian): 13,6 persen
- Abdul Mu’ti (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah): 6,5 persen
- Prasetyo Hadi: 5,2 persen
- Budi Gunadi Sadikin: 3,8 persen
- Nasaruddin Umar: 3,5 persen
- Agus Harimurti Yudhoyono: 3,3 persen
- Bahlil Lahadalia: 2,7 persen
- Erick Thohir: 2,1 persen
- Dody Hanggodo (Menteri Pekerjaan Umum): 0,25 persen
- Nusron Wahid (Menteri ATR/BPN): 0,17 persen
Konteks Jabatan Sekretaris Kabinet
Posisi Sekretaris Kabinet merupakan jabatan yang sangat krusial dalam struktur pemerintahan Indonesia. Berdasarkan peraturan yang berlaku, Sekretaris Kabinet memiliki tugas memberikan dukungan manajemen kabinet kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam penyelenggaraan pemerintahan. Hal ini mencakup pemberian rekomendasi kebijakan, pemantauan pelaksanaan program kerja, serta fasilitasi komunikasi antara kementerian dan lembaga.
Variasi angka yang cukup lebar antara menteri di posisi teratas dan terbawah dalam survei ini memberikan gambaran mengenai dinamika Evaluasi publik. Sementara menteri dengan portofolio yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan pokok atau isu yang sedang ramai dibicarakan cenderung mendapatkan atensi lebih besar, menteri di sektor teknis atau agraria mendapatkan penilaian yang berbeda dari responden.
Survei ini menjadi salah satu instrumen bagi publik untuk melihat bagaimana kinerja kabinet di tengah tantangan dua tahun pertama pemerintahan. Data yang dihimpun IndocPolls ini mencerminkan potret subjektif responden terhadap efektivitas dan kehadiran para menteri di ruang publik nasional selama periode pemerintahan Prabowo-Gibran hingga Oktober 2026.









