GueBerita.com – Pertandingan semifinal Liga Champions antara Bayern Munich dan Paris Saint-Germain (PSG) di Allianz Arena diwarnai kontroversi yang cukup signifikan.
Keputusan wasit dan VAR yang tidak menganggap insiden handball pemain PSG, Joao Neves, sebagai pelanggaran penalti menimbulkan perdebatan sengit.
Bayern Munich merasa sangat dirugikan oleh keputusan tersebut. Mereka berargumen bahwa posisi tangan Joao Neves terlihat terbuka lebar saat bola membentur lengannya di dalam area terlarang tim tamu.
Namun, interpretasi regulasi terbaru Laws of the Game menyatakan bahwa situasi seperti ini tidak serta-merta dihukum sebagai penalti.
Aturan tersebut menyatakan bahwa handball tidak akan dianggap sebagai pelanggaran jika bola berasal dari sentuhan atau umpan rekan satu tim sendiri, dan tidak secara langsung berujung pada terciptanya gol.
Keputusan kontroversial ini langsung memicu reaksi keras dari berbagai pihak, terutama dari pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany.
Kompany mengungkapkan kekecewaannya, merasa timnya kehilangan peluang krusial yang bisa mengubah jalannya pertandingan.
Posisi tangan Neves yang terentang lebar memang membuat para pemain Bayern Munich dengan sigap meminta hadiah penalti kepada wasit.
Para pendukung yang memadati stadion juga menunjukkan ketidakpuasan mereka, menganggap insiden tersebut jelas melanggar aturan permainan handball.
Vincent Kompany secara terbuka menyuarakan ketidakpuasannya terhadap keputusan yang diambil.
Dalam sesi wawancara pasca-pertandingan, ia menekankan bahwa Video Assistant Referee (VAR) seharusnya melakukan peninjauan ulang terhadap kejadian tersebut.
Menurutnya, momen tersebut sangat menentukan dan krusial dalam alur pertandingan yang sedang berlangsung.
Wasit yang memimpin pertandingan, Danny Makkelie, bersama tim VAR, mengambil keputusan untuk melanjutkan permainan tanpa memberikan tendangan penalti kepada Bayern Munich.
Keputusan ini didasarkan pada fakta bahwa bola terlebih dahulu menyentuh pemain PSG sendiri sebelum akhirnya mengenai tangan Joao Neves.
Baca juga: Aturan Baru Kementerian Kesehatan untuk Dokter Internship: Jam Kerja Dibatasi
Klaim yang beredar menyebutkan bahwa keputusan tersebut masih sejalan dengan interpretasi aturan yang saat ini diterapkan oleh UEFA.






