Siaga Karhutla 2026: Strategi Personel dan Teknologi Hadapi Kemarau

Nasional1 Views

GueBerita.com – Potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan diproyeksikan akan melonjak dalam waktu dekat.

Kepolisian Republik Indonesia meningkatkan kewaspadaan di seluruh unit kerja guna mengantisipasi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diprediksi terjadi antara bulan Juli hingga September 2026.

Upaya tersebut dibahas dalam agenda Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Karhutla yang dipimpin oleh Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo bertempat di Ruang Pusdalsis Stamaops Polri, Lantai 5 Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta, pada Kamis (30/7).

Pertemuan ini diikuti oleh para pejabat tinggi Mabes Polri, seluruh kapolda melalui daring, serta delegasi dari Kementerian Kehutanan, BNPB, BMKG, Basarnas, dan Kementerian Lingkungan Hidup.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menerangkan bahwa Polri secara konsisten mengoptimalkan langkah preventif lewat penyediaan personel yang sigap, pengintensifan patroli gabungan, penggunaan teknologi terkini, serta penyediaan fasilitas pendukung di area operasional.

“Wakapolri menegaskan bahwa seluruh satuan harus menjamin kesiapan anggota maupun prasarana dalam menanggulangi bahaya karhutla. Tindakan pencegahan wajib dilaksanakan secara optimal melalui patroli terpadu, penerapan sistem deteksi dini, pemantauan titik panas, serta mempererat sinergi dengan seluruh pihak terkait,” tutur Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri turut memaparkan data mengenai persiapan yang telah dijalankan.

Polri telah mengadakan 151 apel kesiapsiagaan, 29 rapat koordinasi siaga di level polda, 180 agenda persiapan lapangan, serta 2.850 kegiatan edukasi pencegahan yang mengikutsertakan personel Bhabinkamtibmas dan Babinsa di berbagai wilayah.

Di samping itu, sebanyak 168.500 operasi patroli darat maupun perairan telah terlaksana dengan menggandeng berbagai pihak, seperti TNI, pemerintah daerah, Manggala Agni, hingga elemen masyarakat setempat.

Program ini juga didukung dengan penggunaan pesawat nirawak (drone) untuk mengidentifikasi dan memetakan lokasi titik api secara efisien serta presisi.

Polri telah menyiagakan 48.368 anggota Sabhara dari total 58 ribu personel yang tersebar di seluruh penjuru tanah air.