Helikopter Jepang Dikerahkan Percepat Pemadaman Karhutla Kalbar

News51 Views

GueBerita.com – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat kini mendapatkan dukungan internasional berupa bantuan Helikopter dari Jepang. Namun, kehadiran armada udara tersebut belum dapat dimaksimalkan untuk menekan titik api di lapangan akibat kendala cuaca yang ekstrem.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa kabut asap tebal menjadi penghambat utama operasional helikopter. Kondisi ini menyebabkan jarak pandang atau visibility di wilayah terdampak berada di bawah batas aman penerbangan.

Berton menegaskan bahwa pihak Jepang telah menetapkan standar keselamatan operasional yang ketat. Helikopter baru akan diterbangkan untuk menjalankan misi pemadaman jika jarak pandang di lokasi mencapai antara 3.500 hingga 5.000 meter.

Situasi karhutla di Kalimantan Barat sendiri saat ini masih dalam kondisi yang cukup serius. Data yang dihimpun BNPB per 14 September 2026 menunjukkan luas area yang terbakar telah mencapai angka yang signifikan, yakni lebih dari 48.536 hektare.

Angka total luas lahan tersebut merupakan akumulasi dari dua sumber data. Pertama, data dari sistem pemantauan SiPongi yang mencatat luas lahan terbakar sebesar 38.310 hektare hingga akhir Juli 2026. Kedua, hasil pengukuran langsung oleh tim BNPB di lapangan yang mencapai 10.224 hektare.

Upaya Penanganan Terus Dilakukan

Meski terkendala oleh kondisi cuaca, penanganan karhutla di Kalimantan Barat tetap berjalan melalui kombinasi strategi darat dan udara. Pada 14 September 2026, BNPB mencatat munculnya 19 titik kebakaran yang tersebar di wilayah tersebut dengan estimasi luasan mencapai 261 hektare.

Tim gabungan di lapangan terus berupaya melakukan pemadaman secara intensif. Berikut adalah rincian penanganan yang telah dilakukan:

  • Pemadaman melalui jalur darat berhasil menangani lebih dari 175 hektare lahan.
  • Operasi water bombing melalui jalur udara telah memadamkan lebih dari 5 hektare area terbakar.
  • Sebanyak lebih dari 80 hektare lahan yang masih tersisa direncanakan untuk segera ditangani pada 15 September 2026.

Secara umum, karhutla merupakan tantangan rutin yang dihadapi Indonesia, khususnya di wilayah dengan lahan gambut yang luas seperti Kalimantan Barat. Keterlibatan bantuan internasional seperti helikopter dari Jepang diharapkan dapat memperkuat kapasitas pemerintah dalam memitigasi dampak kebakaran yang lebih luas, terutama saat kondisi cuaca memungkinkan untuk operasi udara.