Persiapan Hari Pramuka Kota Madiun: Apel Besar dan Aksi Pilah Sampah Kelurahan

Nasional1 Views

GueBerita.com – Meskipun Hari Pramuka baru diperingati pada pertengahan Agustus, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun bersama Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Madiun telah memulai persiapan lebih awal.

Rangkaian kegiatan ini dipaparkan oleh pengurus Kwarcab kepada Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, dalam sebuah audiensi di Balai Kota Madiun pada Rabu (15/7).

Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa puncak peringatan Hari Pramuka, yang akan berupa apel besar, akan diselenggarakan di Alun-Alun Kota Madiun. Keputusan ini diambil agar momentum peringatan Hari Pramuka dapat disaksikan secara langsung oleh masyarakat luas.

“Apel Hari Pramuka nanti kita fokuskan di Alun-alun, supaya apa, supaya masyarakat melihat sekaligus memberikan kesempatan Pramuka untuk tampil,” ujar F Bagus Panuntun.

Selain apel besar, peringatan Hari Pramuka tahun ini juga akan dimeriahkan dengan berbagai kompetisi menarik. Kompetisi tersebut meliputi lomba petugas upacara, lomba ketahanan pangan, dan lomba pengelolaan sampah.

Menariknya, jika biasanya perlombaan hanya diadakan secara internal di markas Kwarcab, kali ini Plt Wali Kota meminta agar kompetisi dilaksanakan di pusat keramaian kota. Salah satu lokasi yang diusulkan adalah kawasan Pahlawan Street Center (PSC). Strategi ini diharapkan dapat melatih mental dan kepercayaan diri para anggota Pramuka saat tampil di depan publik.

Tidak hanya berfokus pada aspek seremonial dan lomba, audiensi tersebut juga menghasilkan sebuah program lingkungan yang diharapkan berdampak nyata bagi masyarakat. Kwarcab Pramuka Kota Madiun berencana membentuk tim pilah sampah di setiap kelurahan.

Gerakan ini tidak hanya sekadar memilah sampah dari rumah tangga, tetapi juga diarahkan pada proses daur ulang kreatif. Tujuannya adalah untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomis atau nilai jual.

Terkait program ini, F Bagus Panuntun menekankan pentingnya aspek edukasi. Ia berharap anggota Pramuka tidak hanya terampil dalam membuat produk daur ulang, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Kemampuan ini penting untuk mengedukasi masyarakat mengenai karya yang mereka ciptakan. Menurutnya, hal ini sangat krusial dalam membangun dan meningkatkan literasi generasi muda. (*)