Operasi SAR 5 Jurnalis Hilang: Fokus Pencarian Radius Anak Krakatau

News51 Views

GueBerita.com – Memasuki hari keempat Operasi pencarian dan pertolongan (SAR), tim gabungan memperketat upaya penemuan terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda. Fokus utama penyisiran kini diarahkan pada radius terdekat dari Gunung Anak Krakatau, sebuah kawasan yang dikenal memiliki medan laut menantang serta kondisi vulkanik yang dinamis.

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa strategi pencarian telah diperluas ke dalam empat sektor utama dengan penambahan satu sektor khusus. Tim SAR melakukan eksplorasi intensif hingga ke daratan di tiga pulau strategis yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau, yaitu Pulau Rakata, Pulau Sertung, dan Pulau Panjang. Ketiga pulau tersebut terletak dalam radius sekitar 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung api tersebut.

Dalam keterangannya pada Sabtu, 12 September 2026, Al Amrad merinci keterlibatan armada dalam sektor khusus ini. “Kami mengerahkan KN SAR Tetuka dan RIB 02 Banten. RIB 02 telah melakukan penyisiran di sekitar Gunung Anak Krakatau hingga melakukan pendaratan dan penyisiran di daratan Pulau Rakata, Pulau Sertung, dan Pulau Panjang selama kurang lebih tiga jam,” ujarnya.

Kondisi cuaca yang cukup mendukung pada hari keempat operasi memungkinkan tim untuk mendekati pulau-pulau tersebut dan melakukan observasi hingga ke garis pantai.

Meskipun upaya penyisiran darat dan laut telah dioptimalkan, hingga saat ini belum ditemukan tanda-tanda keberadaan kedelapan korban. Hasil pencarian dari seluruh sektor, termasuk pemantauan dari udara menggunakan helikopter 3604, sejauh ini masih menunjukkan hasil nihil. Satu-satunya temuan yang tercatat adalah sebuah pelampung atau life jacket yang ditemukan oleh Kapal Angkatan Laut (KAL) Anyer. Namun, pihak SAR belum dapat memastikan apakah temuan tersebut memiliki kaitan langsung dengan rombongan jurnalis yang hilang.

Pencarian melalui udara juga telah dilakukan dengan menyisir titik terakhir yang diketahui atau Last Known Position (LKP) sebelum speedboat tersebut hilang kontak. Meski helikopter telah melakukan penyisiran menyeluruh di area tersebut, keberadaan kapal maupun delapan orang di dalamnya masih menjadi misteri.

Sebagai informasi, peristiwa ini bermula pada Senin, 7 September 2026. Rombongan tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, sekitar pukul 14.00 WIB. Tujuan perjalanan mereka adalah untuk melakukan peliputan terkait aktivitas vulkanik di kawasan Gunung Anak Krakatau.

Adapun lima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut di antaranya adalah M. Bagus Khoirunnas (pewarta foto Kantor Berita Antara), Ari Basuki (pewarta foto Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (pewarta foto iNews.id), Firdaus Wajidi (jurnalis Anadolu Agency), dan Donal Husni (pewarta foto lepas). Selain kelima jurnalis tersebut, terdapat tiga orang lainnya yang terdiri dari nakhoda kapal, anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu lokal.

Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus berkoordinasi dan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada untuk melakukan pencarian secara komprehensif, baik di permukaan laut maupun di titik-titik daratan di sekitar kawasan Selat Sunda yang menjadi lokasi hilangnya rombongan.