GueBerita.com – Upaya penanganan pasca-musibah kecelakaan laut yang menimpa KM Virgo Transport 8 terus dimatangkan oleh pihak berwenang. Sebagai langkah antisipasi dan kesiapan operasional, Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) telah menyiapkan kontainer pendingin khusus untuk menampung jenazah korban.
Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Nur Khamid, menyampaikan bahwa penyediaan fasilitas ini merupakan bagian krusial dalam prosedur penanganan korban bencana atau kecelakaan massal. Penggunaan kontainer pendingin ditujukan untuk memastikan kondisi jenazah tetap terjaga selama proses identifikasi berlangsung.
“Kontainer pendingin untuk jenazah ini sangat diperlukan untuk menyimpan jenazah dalam jumlah banyak secara aman,” ujar Nur Khamid di Banjarmasin pada Minggu (20/9/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa suhu rendah di dalam kontainer tersebut berfungsi secara efektif untuk memperlambat proses pembusukan alami pada tubuh manusia. Dengan kondisi jenazah yang tetap terjaga, tim Disaster Victim Identification (DVI) diharapkan dapat bekerja lebih optimal dalam proses identifikasi korban secara akurat.
Langkah preventif ini diambil menyusul koordinasi intensif antara pihak kepolisian dengan berbagai unsur terkait. Seluruh elemen yang terlibat telah menyatakan kesiapannya untuk melakukan evakuasi lanjutan jika diperlukan, mengingat proses pencarian di lapangan masih terus berjalan.
Untuk mendukung kelancaran evakuasi dari pelabuhan menuju Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, pihak berwenang juga telah menyiagakan dukungan logistik berupa:
- Penyediaan 28 unit ambulans yang berasal dari berbagai rumah sakit rujukan.
- Fasilitas transportasi untuk memfasilitasi pemulangan jenazah ke daerah asal setelah proses identifikasi selesai.
Berdasarkan data terbaru, tim SAR gabungan saat ini masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap 126 orang korban yang belum ditemukan. Sebelumnya, Basarnas telah mengonfirmasi bahwa dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes penumpang KM Virgo, sebanyak 117 orang telah berhasil ditemukan.
Dari jumlah yang telah ditemukan tersebut, 108 orang dinyatakan selamat, sementara sembilan orang lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Operasi SAR gabungan tetap menjadi prioritas utama guna memastikan seluruh korban yang hilang dapat segera ditemukan dan dievakuasi.






