Jembatan Bolorejo Kembali Berdiri Kokoh Usai Putus Akibat Banjir Sungai Marmoyo Berkat Komitmen Pemkab Mojokerto

News1 Views

GueBerita.com – Jembatan Dusun Bolorejo yang terletak di Desa Mojojajar, Kecamatan Kemlagi, akhirnya kembali beroperasi dengan kondisi yang jauh lebih stabil dan kuat setelah sebelumnya sempat runtuh akibat terjangan banjir Sungai Marmoyo yang melumpuhkan mobilitas warga setempat.

Pemerintah Kabupaten Mojokerto secara resmi telah menuntaskan proyek pembangunan ulang jembatan ini. Fasilitas tersebut kini menjadi infrastruktur vital yang menghubungkan Desa Mojojajar dengan Desa Beratkulon, sekaligus menjadi pendukung utama kelancaran akses pendidikan, distribusi ekonomi, serta pergerakan masyarakat sehari-hari.

Proses peresmian jembatan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko. Dalam acara tersebut, beliau didampingi oleh Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Mojokerto, Heri Suyatnoko, jajaran Forkopimca Kemlagi, Kepala Desa Mojojajar, Saroni, serta disaksikan oleh tokoh masyarakat dan warga sekitar yang antusias menyambut selesainya pembangunan.

Pemerintah Kabupaten Mojokerto mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3,2 miliar melalui skema Program Bantuan Keuangan (BK) Desa untuk merealisasikan pembangunan jembatan ini. Langkah ini diambil sebagai bukti konkret keseriusan pemerintah daerah dalam menyediakan infrastruktur yang berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan rakyat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko, dalam sambutannya menekankan pentingnya keberadaan jembatan ini bagi konektivitas wilayah. Ia menyatakan bahwa infrastruktur yang memadai adalah kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.

Pengerjaan fisik jembatan ini dilaksanakan melalui alokasi Perubahan APBD 2025. Proyek tersebut diselesaikan dalam durasi waktu pengerjaan selama enam bulan oleh pihak kontraktor, yakni CV Karya Prima Nusantara.

Teguh Gunarko menambahkan harapannya agar jembatan ini dapat berfungsi secara maksimal sebagai penggerak roda ekonomi. Dengan akses yang lebih terbuka, mobilitas masyarakat diharapkan dapat meningkat dan kualitas hidup warga di wilayah tersebut pun ikut terdongkrak secara signifikan.

Kepala Desa Mojojajar, Saroni, mewakili warganya menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas selesainya pembangunan jembatan ini. Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Mojokerto yang telah merespons kebutuhan mendesak masyarakat dengan cepat.

Kehadiran jembatan permanen ini merupakan impian warga yang sempat tertunda akibat kerusakan parah pada jembatan sebelumnya. Kondisi jembatan lama yang hancur akibat banjir Sungai Marmoyo sempat membuat warga kesulitan dalam menjalani aktivitas rutin mereka.

Seorang warga bernama Mey, saat memberikan keterangan kepada RFM, menceritakan kembali bagaimana jembatan terdahulu roboh akibat tidak mampu menahan derasnya arus Sungai Marmoyo saat bencana banjir terjadi. Hal tersebut sempat mengakibatkan akses transportasi di kawasan tersebut terputus total.

Perlu diketahui bahwa jalur jembatan ini merupakan akses yang sangat krusial. Selain menjadi penghubung antar desa, rute ini juga dikenal sebagai jalur utama bagi para pelajar yang hendak menuju SMP Negeri 1 Kemlagi.

Kini, dengan spesifikasi yang lebih baik, jembatan tersebut dirancang dengan lebar yang lebih memadai. Hal ini memungkinkan kendaraan roda empat untuk melintas dengan aman, berbeda dengan kondisi sebelumnya yang sangat terbatas.

Perubahan signifikan ini memberikan dampak positif bagi berbagai sektor. Aktivitas warga, kelancaran transportasi para pelajar, serta distribusi hasil pertanian kini dapat dilakukan dengan lebih mudah, aman, dan efisien dibandingkan sebelumnya.

Pembangunan ini menjadi catatan penting bagi Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam upaya pemulihan infrastruktur pascabencana. Jembatan Bolorejo kini berdiri kokoh sebagai simbol komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan konektivitas masyarakat di wilayah Kemlagi.