iCOP UK Petra Berdayakan 6 Dusun di Mojokerto, Ini Hasilnya

Pendidikan1 Views

GueBerita.com – Telah mengabdi bagi masyarakat selama tiga dekade lewat KKN Internasional bernama International Community Outreach Program (iCOP), Universitas Kristen (UK) Petra menegaskan dedikasinya sebagai perguruan tinggi yang memberikan dampak luas.

Dalam kurun waktu tiga puluh tahun, iCOP telah berperan aktif dan memberikan pengaruh signifikan dalam pengembangan berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Kabupaten Magetan (1996-2003), Kabupaten Kediri (2004-2013), Kabupaten Mojokerto (2014-sekarang), Kabupaten Kupang Barat (2013-2019), serta Kabupaten Sumba Barat (2023-2024).

“iCOP memang dirancang untuk menjawab kebutuhan spesifik masyarakat setempat,” tutur Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UK Petra, Serli Wijaya, S.E., M.Bus., Ph.D., selaku penanggung jawab program iCOP.

Lewat pelaksanaan program singkat berdurasi tiga minggu ini, UK Petra menciptakan dampak konkret yang sifatnya berkelanjutan.

“Tercatat puluhan desa telah menerima manfaat dari program iCOP. Sebagian contohnya berada di wilayah Kabupaten Mojokerto.

Dampak dari inisiatif iCOP ini dirasakan langsung oleh warga—mulai dari pencitraan merek produk UMKM, penyusunan rencana induk desa wisata Begaganlimo, pemasangan penerangan tenaga surya di Pacet Kidul, penyediaan instalasi air bersih di Sumberjati, sampai pengadaan sumber air di Rejosari yang mampu mengoptimalkan potensi kopi, budidaya perikanan, serta ekonomi penduduk,” papar Serli Wijaya.

Pada tahun 2026 ini, iCOP kembali hadir di Kabupaten Mojokerto. Agenda kegiatannya difokuskan pada pengembangan potensi daerah serta solusi atas tantangan utama desa, seperti pengelolaan limbah, pelayanan kesehatan gigi masyarakat, pemberdayaan tenaga pengajar PAUD, dan penguatan identitas desa kopi.

Dilaksanakan mulai 13 Juli sampai 7 Agustus 2026 dengan mengusung tema utama “Transforming Society”, iCOP tahun ini melibatkan 124 peserta, yang terdiri dari 57 mahasiswa asal Indonesia (Surabaya, Kupang, Maluku) dan 67 mahasiswa mancanegara (Korea, Hongkong, Jepang, Singapura, Belanda, Taiwan). Mereka merepresentasikan sembilan universitas yang berkolaborasi dalam membangun enam dusun di Kabupaten Mojokerto sesuai dengan bidang ilmu masing-masing.

Selama kurang lebih tiga minggu, didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan, para peserta dibagi ke dalam enam kelompok (masing-masing beranggotakan 20-22 mahasiswa dari berbagai negara) dan ditempatkan di enam dusun, yakni Dusun Pacet Selatan, Desa Pacet, Kec. Pacet; Dusun Podorejo, Desa Sajen, Kec. Pacet; Dusun Wiyu, Desa Wiyu, Kec. Pacet; Dusun Tlebuk, Desa Wiyu, Kec. Pacet; Desa Gumeng, Kec. Gondang; serta Desa Dilem, Kec. Gondang.

Semangat belajar yang tinggi tampak pada Kamis (30/7/2026) di Desa Dilem, Kecamatan Gondang. Mahasiswa dari berbagai negara tersebut mempelajari secara langsung alur pengolahan biji kopi, mulai dari tahapan pembibitan, proses tanam, hingga tahap penyangraian serta penggilingan.

Di samping potensi komoditas kopi, Desa Dilem juga memiliki daya tarik pariwisata berupa jalur pendakian Bukit Semar yang kini sudah beroperasi.