Dorong Ketahanan Pangan, Pemkot Mojokerto Ajak UMKM Kuliner Berinovasi

News2 Views

GueBerita.com – Pemkot Mojokerto secara konsisten memperkokoh ketahanan pangan dengan cara membina para pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang kuliner.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menDorong para pelaku usaha untuk menciptakan kreasi olahan pangan yang bersumber dari bahan lokal dalam acara yang diadakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Mojokerto di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Maja Citra Kinarya, Selasa (28/7/2026).

Agenda tersebut merupakan upaya taktis Pemkot Mojokerto guna mendukung percepatan diversifikasi konsumsi pangan yang bertumpu pada sumber daya daerah.

Di samping itu, pelatihan ini juga dimaksudkan untuk mengasah keterampilan serta memperluas wawasan pelaku UMKM supaya dapat menciptakan produk kuliner yang lebih kreatif dan memiliki daya saing tinggi.

Saat memberikan arahan, Wali Kota Mojokerto yang karib disapa Ning Ita menekankan bahwa Indonesia menyimpan kekayaan pangan lokal yang sangat melimpah serta bervariasi.

Oleh sebab itu, warga diimbau agar tidak terpaku pada satu jenis bahan makanan saja, melainkan mulai memanfaatkan berbagai komoditas lokal yang kaya akan nutrisi.

“Negeri kita memiliki keragaman sumber pangan yang luar biasa. Kita tidak boleh hanya bergantung pada satu jenis pangan, padahal masih banyak bahan lokal bergizi tinggi yang bisa dikreasikan menjadi beragam menu menggugah selera,” ungkapnya.

Ning Ita memaparkan bahwa singkong merupakan salah satu komoditas lokal yang punya potensi besar untuk dikembangkan menjadi aneka produk pangan.

Menurut pandangannya, olahan seperti gethuk, sawut, lemet, hingga tiwul sejatinya bisa menjadi sumber karbohidrat pengganti, meski selama ini hanya dianggap sebagai sekadar kudapan.

“Pola pikir kita yang harus diperbarui. Olahan dari singkong bukan sekadar camilan, tetapi dapat menjadi pilihan makanan utama. Di sinilah peran kreativitas UMKM dibutuhkan untuk menyajikan olahan yang lebih memikat dan disukai khalayak ramai,” terangnya.

Selain mendorong masyarakat untuk lebih luas memanfaatkan pangan lokal, Ning Ita turut mengajak pelaku UMKM agar menerapkan prinsip zero waste cooking.