Rayakan Hari Anak Nasional, Pemkot Mojokerto Hidupkan Kembali Permainan Tradisional

News16 Views

GueBerita.com – Pemerintah Kota Mojokerto secara konsisten berupaya melestarikan berbagai permainan tradisional sebagai metode untuk memperkuat ketahanan sosial serta budaya pada anak-anak.

Tidak hanya berfungsi sebagai sarana rekreasi, permainan rakyat ini dianggap efektif dalam menanamkan semangat kebersamaan, kejujuran dalam berkompetisi, serta rasa bangga terhadap warisan budaya lokal sejak dini.

Dedikasi tersebut diimplementasikan lewat penyelenggaraan Sosialisasi Permainan Tradisional yang diinisiasi oleh Bunda PAUD bersama Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kecamatan Prajuritkulon di Taman Bahari Majapahit, Kamis (6/8/2026), untuk meRayakan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026.

Lewat acara ini, Pemkot Mojokerto mendorong anak-anak untuk kembali mempelajari aneka permainan tradisional sebagai alternatif kegiatan yang bersifat mendidik dan menyenangkan.

Upaya ini sekaligus menjadi langkah preventif untuk menekan tingkat ketergantungan anak terhadap perangkat gawai maupun gim daring yang kian marak di masa digital saat ini.

Di samping mengasah kebugaran fisik dan motorik, permainan tradisional juga berperan penting dalam mengoptimalkan kemampuan berinteraksi, kolaborasi, jiwa kepemimpinan, rasa empati, serta kecakapan dalam bersosialisasi.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia Kota Mojokerto, Moch. Misbah, mengungkapkan bahwa kemajuan teknologi memang membawa banyak dampak positif bagi keseharian masyarakat.

Akan tetapi, penggunaan gawai yang melampaui batas memiliki risiko menurunkan tingkat aktivitas fisik, membatasi interaksi sosial, serta membuat anak semakin asing dengan budaya lokal yang merupakan jati diri bangsa.

“Dengan memperkenalkan dan menjaga kelestarian permainan tradisional sejak masa kanak-kanak, kita sedang membangun ketahanan sosial-budaya di tengah masyarakat. Permainan tradisional bukan hanya soal bersenang-senang, melainkan instrumen edukasi yang menanamkan karakter gotong royong, integritas, sportivitas, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kasih sayang terhadap sesama,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, berbagai nilai tersebut merupakan landasan krusial dalam mencetak generasi muda yang kuat dalam menyongsong dinamika zaman tanpa harus tercerabut dari akar identitas bangsa Indonesia.

“Anak-anak memerlukan ruang untuk bermain, bersosialisasi, dan tumbuh bersama rekan sebaya. Melalui permainan tradisional, mereka belajar memahami aturan, memecahkan masalah, bekerja sama, serta mengasah kemampuan berkomunikasi. Inilah nilai-nilai yang menjadi bekal sosial bagi masa depan mereka,” imbuhnya.