GueBerita.com – Operasi Pencarian dan penyelamatan (SAR) skala besar tengah berlangsung di perairan Laut Jawa menyusul insiden kecelakaan yang menimpa KM Virgo Transport 8. Kapal tersebut dilaporkan mengalami kondisi darurat hingga hilang kontak setelah diterjang cuaca buruk di tengah laut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengerahkan sejumlah aset utama untuk menyisir lokasi kejadian. Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas laporan hilangnya kontak yang diterima pihak otoritas pada Minggu, 13 September 2026, sekitar pukul 04.10 Wita.
Berdasarkan data awal yang dihimpun tim SAR, peristiwa nahas tersebut diperkirakan terjadi pada dini hari, yakni pukul 02.00 Wita. Kapal tersebut diketahui mengangkut 243 orang saat berada di perairan.
“Dalam operasi ini, Kantor SAR Banjarmasin mengerahkan berbagai alat utama (alut) SAR, di antaranya alut udara helikopter HR-3601, KN SAR Laksamana 241, KN SAR 249 Permadi, KRI Nala, dan KN Kunyit,” ujar Putu dalam keterangan resminya.
Hingga laporan ini diturunkan, upaya evakuasi telah berhasil menyelamatkan 103 orang penumpang. Berikut adalah rincian evakuasi yang telah dilakukan:
- Sebanyak 16 orang dievakuasi ke kapal tugboat (TB) Mauhaw IX, dengan catatan 15 orang selamat dan 1 orang meninggal dunia.
- Sebanyak 38 orang ditemukan dalam kondisi selamat dan dievakuasi ke TB TCP.
- Sebanyak 49 orang lainnya berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke MV Haida.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur TNI AL, instansi pemerintah terkait, serta berbagai potensi SAR lainnya kini tengah memperluas area pencarian. Fokus utama operasi tetap diarahkan pada penemuan korban yang hingga saat ini belum terdeteksi keberadaannya.
Pihak Kantor SAR Banjarmasin menegaskan bahwa seluruh sumber daya manusia maupun peralatan pendukung akan terus dioptimalkan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap korban yang masih berada di area terdampak dapat ditemukan secepat mungkin.
“Kami mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada dalam operasi ini. Keselamatan korban menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan operasi SAR,” tutup Putu.
Hingga saat ini, kondisi cuaca di sekitar lokasi pencarian masih menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk menunggu informasi resmi lebih lanjut seiring dengan perkembangan proses evakuasi yang masih terus berjalan di lapangan.






