Tinjau Penanganan Kebakaran Hutan di 3 Provinsi Kalimantan, Gibran Cek Titik Api

News54 Views

GueBerita.com – Upaya mitigasi dan penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan menjadi fokus perhatian pemerintah pusat. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja langsung ke tiga provinsi terdampak, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat, untuk meninjau efektivitas langkah pemadaman di lapangan.

Kunjungan ini mencakup lokasi strategis di Palangka Raya, Banjarbaru, serta Kubu Raya. Dalam Tinjauannya, Gibran menekankan pentingnya pendekatan yang komprehensif dalam menghadapi ancaman karhutla, di mana aspek keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama di samping keberhasilan pemadaman titik api.

“Pemadaman titik api dan pelayanan warga harus berjalan bersamaan, termasuk pemenuhan kebutuhan pengobatan, akses pendidikan, ketersediaan masker, vitamin, air dan logistik,” ujar Gibran dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).

Strategi Penanganan dan Perlindungan Kelompok Rentan

Pemerintah menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak boleh hanya fokus pada pemadaman fisik saja. Perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak oleh kabut asap menjadi perhatian krusial, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta warga lanjut usia.

Gibran menginstruksikan agar seluruh jajaran, baik pemerintah pusat maupun daerah, memastikan distribusi logistik dan layanan kesehatan tetap berjalan optimal selama masa darurat. Koordinasi antarlembaga diharapkan mampu mempercepat respons terhadap kendala-kendala yang muncul di lapangan.

Penerapan Inovasi Berbasis Data

Dalam kunjungannya ke Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Gibran menyoroti penggunaan teknologi inovatif untuk memadamkan api di lahan gambut. Salah satu metode yang ditinjau adalah penggunaan formulasi surfaktan ramah lingkungan yang dirancang khusus untuk memecah tegangan permukaan air.

Inovasi ini memungkinkan air untuk meresap lebih dalam ke lapisan gambut, sehingga proses pendinginan titik api di bawah permukaan menjadi lebih efektif. Berdasarkan data pengujian menggunakan drone thermal, aplikasi cairan ini mampu menurunkan suhu lahan gambut dari 130 derajat Celsius menjadi sekitar 30 derajat Celsius dalam waktu singkat.

Terkait penerapan teknologi tersebut, Gibran memberikan arahan tegas agar setiap inovasi yang digunakan harus memenuhi kriteria berikut:

  • Terukur: Memiliki indikator keberhasilan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
  • Efektif: Terbukti memberikan hasil nyata dalam memadamkan titik api di lapangan.
  • Mengutamakan Keselamatan: Memastikan prosedur penggunaan tetap melindungi petugas yang berada di garis depan.

Kesiapsiagaan Menghadapi El Nino

Menjelang akhir tahun 2026, kewaspadaan terhadap anomali iklim El Nino tetap ditingkatkan. Mengingat fenomena ini diperkirakan masih akan bertahan hingga awal tahun 2027, Gibran menginstruksikan aparat terkait untuk meningkatkan intensitas patroli pencegahan di titik-titik rawan.

Selain langkah teknis, edukasi publik mengenai bahaya karhutla dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan juga menjadi poin yang ditekankan untuk diperkuat. Gibran juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Kalimantan atas dampak kabut asap yang masih dirasakan, seraya berkomitmen bahwa pemerintah akan terus memaksimalkan upaya penanganan sesuai dengan arahan Presiden guna memulihkan kondisi kualitas udara di wilayah tersebut.