GueBerita.com – Upaya pengejaran terhadap empat orang pelaku tindak kekerasan tengah dilakukan oleh jajaran Polsek Koja, Jakarta Utara, menyusul peristiwa pembacokan yang menimpa seorang pria berinisial WFM (27) pada Kamis, 10 September 2026 dini hari. Insiden yang terjadi di kawasan Jalan Lagoa Sinar, Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja ini kini menjadi fokus utama pihak kepolisian setempat.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius pada bagian jari tangan kanan dan kiri, serta luka di area pinggang belakang. Saat ini, WFM diketahui masih menjalani proses perawatan intensif di RSUD Koja untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut atas cedera yang dideritanya.
Kapolsek Koja, Kompol Andry Suharto, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres Metro Jakarta Utara untuk mempercepat proses pengungkapan kasus. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, identitas para terduga pelaku telah berhasil terdeteksi oleh petugas di lapangan.
“Pelaku ini sudah terdeteksi dan masih dalam pencarian petugas. Kami terus melakukan penyelidikan mendalam untuk segera menangkap empat orang yang diduga terlibat dalam aksi pembacokan ini,” ujar Kompol Andry Suharto, Jumat (11/9/2026).
Peristiwa ini bermula ketika korban sedang berkumpul dengan sejumlah saksi di lokasi kejadian pada Kamis, 10 September 2026, sekitar pukul 01.30 WIB. Berdasarkan keterangan yang dihimpun kepolisian, kronologi kejadian berlangsung sebagai berikut:
- Dua orang pelaku datang menggunakan sepeda motor dan sempat bertanya kepada korban mengenai keberadaan seseorang yang dipanggil “Bay”.
- Korban mengaku tidak mengenal maupun mengetahui keberadaan sosok yang ditanyakan oleh para pelaku tersebut.
- Tidak berselang lama, dua pelaku lainnya datang ke lokasi. Salah satu dari pelaku kemudian melakukan tindakan kekerasan dengan menggunakan senjata tajam terhadap korban.
Terkait motif penyerangan, pihak kepolisian melalui keterangan korban dan warga sekitar menyatakan bahwa para pelaku tidak dikenal oleh warga setempat. Polisi telah mengambil langkah-langkah prosedural, termasuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan rekaman video di sekitar lokasi, serta meminta keterangan dari dua orang saksi mata yang berada di tempat kejadian saat peristiwa berlangsung.
Kasus ini kini telah dilaporkan secara resmi oleh pihak keluarga korban kepada kepolisian. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang sembari memberikan ruang bagi tim penyidik untuk menuntaskan pengejaran terhadap para pelaku yang identitasnya kini telah dikantongi.






