Wanita Korban KDRT di Makassar Ingin Cerai Akibat Perbuatan Suami

Viral15 Views

GueBerita.com – Seorang istri di Makassar menjadi korban dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan oleh suaminya. Kejadian memilukan ini terjadi pada tanggal 6 Juni 2026, ketika pelaku dengan sengaja merusak dagangan milik istrinya yang berprofesi sebagai penjual kue pukis.

Peristiwa ini mencuat setelah video dan kisah pilu korban dibagikan oleh akun Instagram @makassar_iinfo, yang sontak menarik perhatian luas dari masyarakat di media sosial.

Menurut kesaksian beberapa orang di lokasi kejadian, pelaku secara tiba-tiba mendatangi tempat usaha istrinya. Tanpa peringatan, adonan kue pukis yang telah disiapkan korban dilempari hingga berceceran dan tidak dapat diselamatkan lagi.

Tidak hanya sampai di situ, pelaku juga melakukan tindakan yang lebih merusak. Sisa adonan yang masih berada di dalam wadah besar dicampuri dengan bahan yang tidak semestinya, bahkan disiram dengan bensin. Akibatnya, seluruh bahan dagangan menjadi tidak layak pakai.

Kerusakan adonan tersebut memaksa usaha korban harus berhenti sementara waktu. Lebih parah lagi, pelaku juga diduga membawa kabur ponsel milik istrinya. Padahal, ponsel tersebut merupakan alat vital bagi korban untuk menerima pesanan dari pelanggan dan berkomunikasi terkait kelancaran usahanya.

Kehilangan ponsel ini semakin mempersulit aktivitas korban, termasuk dalam hal transaksi digital yang sering digunakan untuk menjalankan bisnis kecilnya.

Korban mengungkapkan bahwa suaminya memiliki kebiasaan berjudi. Tindakan kekerasan ini bukanlah kali pertama terjadi, melainkan sudah menjadi bagian dari rangkaian KDRT yang telah dialaminya selama ini.

Tindakan perusakan dagangan yang baru saja terjadi ini menambah daftar panjang kekerasan yang terus menerus ia alami dari suaminya.

“Ia sering memukul dan merusak barang-barang kami. Saya sudah lama ingin bercerai, tetapi belum berhasil karena terbentur masalah biaya dan proses hukum,” ujar korban dengan nada pilu saat ditemui. Ia juga meminta agar identitasnya dirahasiakan demi keselamatan dirinya dan keluarganya.