PKK Diminta Aktif Dampingi Korban KDRT oleh Wali Kota Ning Ita

News14 Views

GueBerita.comKota Mojokerto, 26 Mei 2026 – Pemerintah Kota Mojokerto berupaya meningkatkan peran Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai garda terdepan dalam pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap masih banyaknya perempuan korban kekerasan yang memilih untuk bungkam demi mempertahankan keutuhan keluarga.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menekankan peran strategis kader PKK yang memiliki kedekatan langsung dengan keluarga dan masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.

Oleh karena itu, PKK diharapkan dapat lebih proaktif hadir di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi serta pendampingan bagi perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan.

“Jika ada kasus di lingkungan Anda dan korbannya tidak berani bersuara, Anda yang bisa mengambil peran. Turun tangan, dampingi, dan kuatkan agar mereka berani berbicara,” ujar Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota, saat kegiatan sosialisasi pencegahan KDRT bersama pengurus TP PKK Kelurahan Sentanan, pada Selasa (26/5).

Data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mencatat sebanyak 25.422 kasus KDRT terjadi sepanjang tahun 2025.

Baca juga: Dorong Pemanfaatan AI Aman: Pelatihan Lintas Instansi Fokus pada Risiko dan Etika Data

Dari jumlah tersebut, lebih dari 80 persen korban adalah perempuan.

Ning Ita menambahkan bahwa banyak korban KDRT yang belum menyadari bahwa mereka telah mengalami kekerasan, terutama dalam bentuk kekerasan psikis dan penelantaran ekonomi.

Bahkan, tak sedikit yang memilih untuk tetap bertahan dengan alasan menjaga keutuhan rumah tangga.

“Perempuan seringkali enggan berbicara meskipun mengalami tekanan psikologis maupun fisik dengan alasan menjaga keutuhan keluarga. Padahal, kita juga harus menyelamatkan diri sendiri dan masa depan anak-anak,” tegasnya.

Ia juga menggarisbawahi bahwa kekerasan psikis merupakan salah satu bentuk kekerasan yang paling berbahaya.